Atasi Tumpukan Sampah Kejar Target Kosongkan TPS Sandubaya, Insinerator Butuh Lahan 2 Are

Lombok Post Online • Dipublikasikan Jumat, 13 Juni 2025 | 09:07 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram menargetkan pengangkutan tumpukan sampah di TPS Sandubaya rampung dalam dua pekan.

Upaya ini dilakukan untuk mengatasi keluhan warga akibat bau menyengat yang sudah merambah hingga kantor DLH.

Pengangkutan dilakukan dengan intensitas tinggi, mencapai empat ritase per hari hingga pukul 16.00 Wita.

“InsyaAllah akhir bulan ini sudah habis di Sandubaya, sehingga tidak ada bau lagi,” kata Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi.

Meski begitu, Denny mengakui jumlah sampah yang tersisa masih cukup besar, diperkirakan mencapai 1.500 ton.

“Masih banyak, itu saya target dua minggu baru bisa,” imbuhnya.

Penumpukan sampah di TPS Sandubaya menimbulkan banyak keluhan warga sekitar. Aroma tak sedap dari gunungan sampah bahkan tercium hingga ke Kantor DLH Kota Mataram di Jalan Sandubaya, menandakan betapa mendesaknya penanganan masalah ini.

Selain pengangkutan, DLH juga mengejar target pemasangan landasan insinerator hibah dari Rumah Sakit Kota Mataram. Setelah landasan rampung, insinerator akan segera dipasang dan diuji coba.

“TPS dikosongkan dulu baru dimasukkan insinerator,” jelasnya.

Insinerator tersebut memiliki kapasitas pembakaran antara 5 hingga 10 ton per hari. Rencananya, DLH juga akan mengadakan unit baru berkapasitas lebih besar, yakni 9 hingga 15 ton per hari. Keunggulan utama insinerator ini adalah tidak menghasilkan residu dari proses pembakaran.

“Sampah langsung menjadi abu,” terangnya.

Terkait potensi risiko asap, Denny memastikan asap yang dihasilkan aman karena dilengkapi mesin filter. Untuk mengantisipasi dan memantau kualitas udara, DLH berencana membuat laboratorium pengecekan asap harian.

“Ruangan yang tidak terpakai, tidak perlu alat-alat,” tambahnya.

DLH merencanakan pembakaran sampah menggunakan insinerator paling tidak satu ritase per hari. Sementara dua ritase lainnya tetap diarahkan ke TPAR Kebon Kongok. Saat ini, DLH masih menunggu hasil evaluasi pengadaan insinerator baru melalui anggaran perubahan.

“Anggaran nanti masih dievaluasi dulu mana yang akan dipakai,” ucapnya.

Dari sisi kebutuhan lahan, insinerator hanya memerlukan maksimal dua are. Ini memungkinkan pemanfaatan TPS yang sudah ada. Denny menyebut beberapa TPS potensial untuk penempatan insinerator, seperti TPS Kebon Talo untuk Kecamatan Ampenan, TPS Lawata untuk Kecamatan Selaparang dan Mataram, serta TPS Sandubaya untuk Kecamatan Cakranegara dan Sandubaya.

PERLAHAN DITANGANI: Sebuah roda tiga pengangkut sampah Kota Mataram di tengah gunungan sampah TPS Sandubaya, beberapa waktu lalu. 
PERLAHAN DITANGANI: Sebuah roda tiga pengangkut sampah Kota Mataram di tengah gunungan sampah TPS Sandubaya, beberapa waktu lalu. 

“Kalau di Pagutan kan terlalu dekat dengan RTH untuk warga berolahraga,” tandasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menyampaikan rencana penganggaran pembelian mesin insinerator guna mengurangi volume sampah yang terus meningkat.

“Tahun ini kami anggarkan dua unit dahulu, sembari kami mengaktifkan satu insinerator yang ada bekas dari RS kota,” kata Mohan. (chi/r7)

Editor : Siti Aeny Maryam
Sumber : Lombok Post
sampah Sandubaya residu insinerator tps