Misalkan saja urusan kebutuhan jalan raya masyarakat Kota Mataram yang setiap hari mengalami kemacetan di jalur-jalur khusus, pemerintah Kota Mataram langsung sikap mencari solusi secepatnya.
Asa sejumlah jalur yang berada di sekitar sejumlah universitas yang mengalami kemacetan setiap harinya. Seperti di Jalan KH Ahmad Dahlan dan Jalan Gajah Mada yang ada di Kota Mataram.
Maklum saja, selain merupakan jalur yang digunakan para mahasiswa menuju kampus, jalur ini juga termasuk jalur padat penduduk yang ada di wilayah Kota Mataram.
Itu sebabnya, tak mau menunggu lama, Pemerintah Kota Mataram langsung membuat rencana pelebaran jalan yang biasa digunakan masiswa dan masyarakat umum tersebut.
Tak main-main, Pemerintah Kota Mataram mengalokasikan jalan baru ini hingga Rp7 miliar untuk pembebasan lahan disepanjang Jalan Nuraksa dan Jalan Batu Bolong, jalan yang biasa dilalui
Untuk mengatasi kemacetan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram saat ini tengah mempercepat proses pembebasan lahan di sepanjang Jalan Nuraksa dan Jalan Batu Bolong, jalan alternatif selain Jalan KH Ahmad Dahlan dan Jalan Gajah Mada yang biasa dilalui mahasiswa dan masyarakat.
Kedua jalan ini sebelumnya telah direncanakan untuk diperlebar oleh Pemrintah Kota Mataram.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning, mengatakan, hingga saat ini Pemerintah Kota Mataram masih melakukan pendekatan dengan masyarakat pemilik lahan yang terdampak proyek tersebut. Dan dalam forum diskusi dan konsultasi yang telah dilakukan, sebagian besar warga bahkan sudah mengikhlaskan tanahnya untuk digunakan sebagai jalan.
"Kalau soal harga dan negosiasi, nanti appraisal masuk pada saat penilaian," ungkap Kadis PUPR Kota Mataram Jumat (13/6/2025).
Ditambahkan Kadis PUPR Kota Mataram, sebagian besar warga di Jalan Nuraksa dan Jalan Batu Bolong sepakat untuk menjual lahannya kepada Pemkot Mataram. Sebagian besar menyatakan setuju dan siap lahannya dibebaskan.
"Sementara yang belum setuju bukan berarti menolak, tetapi mereka masih menunggu konsultasi dengan pihak keluarga,” tambah Kadis PUPR Kota Mataram.
Pelebaran Jalan Nuraksa hingga Jalan Batu Bolong direncanakan memiliki panjang sekitar 800 meter atau 0,822 kilometer, dengan lebar jalan 6 meter.
“Mudah-mudahan anggarannya cukup dengan alokasi Rp7 miliar, sehingga tuntas dalam satu tahun anggaran,” harap Kadis PUPR Kota Mataram.
Kadis PUPR Kota Mataram juga mengungkapkan, sebelumnya Pemerintah Kota Mataram hanya menganggarkan Rp2,5 miliar untuk pembebasan lahan di ruas tersebut. Namun karena dinilai mendesak (urgent), anggaran tersebut ditingkatkan menjadi Rp7 miliar.
"Pengalihan ini dinilai urgent, jadi biar Jalan Nuraksa-Jalan Batu Bolong bisa cepat tuntas," ujar Kadis PUPR Kota Mataram.
Awalnya, anggaran yang disiapkan hanya Rp2,5 miliar, namun kemudian ditambah Rp4,5 miliar karena proyek tersebut dinilai mendesak dan perlu segera dituntaskan.
Kedis PUPR Kota Mataram penambahan anggaran ini berasal dari pengalihan dana proyek Jalan Jembatan Gontoran.
“Anggarannya masih (seperti sebelumnya) mudah-mudahan cukup, sekitar 2,5 m. Tapi ada pengalihan anggaran dari jalan jembatan Gontorannya, pengalihannya ke sana (ke Jalan Nuraksa – Batu Bolong). Biar tuntas, mudah-mudahan dengan angka Rp7 miliar tuntas untuk satu tahun ini, anggaran untuk pembebasannya,” jelas Kadis PUPR Kota Mataram.
Editor : Siti Aeny Maryam