Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sepekan Langka, Dinas Perdagangan Kota Mataram Distribusikan 80 Ribu Tabung Gas Melon

Lombok Post Online • Senin, 16 Juni 2025 | 12:34 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Kelangkaan elpiji 3 kilogram di Kota Mataram dalam sepekan terakhir menimbulkan keresahan.

Sejumlah warga dan pengecer mengeluhkan sulitnya mendapatkan stok, bahkan di beberapa lokasi terlihat antrean tabung kosong.

Yang mengejutkan, bukan hanya warga Kota Mataram yang memburu gas melon ini.

Beredar kabar, warga dari Lombok Barat dan sekitarnya ikut masuk ke wilayah kota untuk mendapatkan elpiji.

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Mataram Sri Wahyunida mengatakan,  hingga saat ini, sebanyak 80.000 tabung elpiji 3 kilogram telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga Kota Mataram.

Satu agen bahkan disebut sudah menyalurkan 600 tabung dalam sehari.

“Satu truk isi sekitar 560 tabung. Sudah mulai jalan. Turun di pangkalan langsung disebar,” terangnya.

Menanggapi kabar pembelian elpiji kini harus menggunakan KTP dan membuat proses lebih sulit, Sri menegaskan aturan ini sudah lama berlaku dan bukan penyebab kelangkaan.

“Pakai KTP itu memang dari dulu, bukan baru-baru ini. Tujuannya untuk memastikan pembeli benar-benar warga setempat dan tidak membeli berlebihan,” katanya.

Nida menegaskan pihaknya akan terus memantau kondisi di lapangan agar tidak terjadi kekosongan total di pasaran.

Baca Juga: Bantah Ada Kelangkaan, Pemerintah Sebut Aturan Pembelian LPG 3 kg di Pengecer Resmi Belum Berjalan Normal

Fokus utama tetap pada pemenuhan kebutuhan warga Kota Mataram.

“Kami sudah telepon agen-agen supaya pantau pangkalan. Paling tidak, Kota Mataram dulu yang dipenuhi kebutuhannya. Jangan sampai kosong total,” tekannya.

Meski lonjakan dari luar daerah sulit dicegah sepenuhnya, pemerintah berkomitmen hadir dan mengontrol distribusi agar tidak semakin liar.

“Ini jadi bahan evaluasi. Jangan sampai tiap jelang hari besar kita selalu kehabisan. Yang penting jangan sampai panik. Gas ada, cuma distribusinya memang agak lambat kemarin,” pungkasnya.

BAHAN PENTING: Warga membeli gas elpiji di salah satu pangkalan di Kota Mataram.
BAHAN PENTING: Warga membeli gas elpiji di salah satu pangkalan di Kota Mataram.

Nurhidayah, salah satu pengecer di Abian Tubuh, mengeluhkan sulitnya mendapatkan stok elpiji untuk kiosnya.

“Sudah berkali-kali warga kembali dengan tabung gas kosong, stok di sini habis sejak beberapa hari lalu,” tuturnya risau. (zad/r7)

Editor : Kimda Farida
#Keresahan #kelangkaan #pembeli #Pasaran #gas melon