LombokPost - Upaya menekan angka pengangguran terus digencarkan Pemerintah Kota Mataram.
Melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), pelatihan keterampilan kerja kembali digelar tahun ini dengan fokus pada pengelasan dan perbaikan mesin pendingin.
Kepala Disnaker Kota Mataram Rudi Suryawan mengatakan, dari 130 pendaftar, hanya 32 orang yang akan lolos seleksi.
“Seleksi kami lakukan secara selektif agar kegiatan pelatihan bisa tepat sasaran dan maksimal,” ujar Rudi.
Peserta harus memenuhi beberapa syarat, di antaranya berusia 18–45 tahun, memiliki KTP Kota Mataram, tidak sedang bekerja, belum pernah mengikuti pelatihan serupa dari Pemkot Mataram, serta terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Masyarakat Kota Mataram yang belum punya pekerjaan dan tidak sedang sekolah/kuliah, kami utamakan yang masuk dalam data kemiskinan ekstrem,” tambah Rudi.
Kriteria ini ditetapkan untuk memastikan pelatihan kerja tepat sasaran, menciptakan peluang kerja mandiri, dan mendorong peningkatan kesejahteraan.
Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan materi teori dan praktik pengelasan dengan berbagai metode, serta pengenalan jenis-jenis material yang dikerjakan.
“Mereka dapat materi dan langsung praktik, dan begitu selesai pelatihan peserta diprediksi bisa langsung membuka usaha sendiri,” jelas Rudi.
Untuk mendukung kemandirian peserta, setelah pelatihan selesai, seluruh peserta akan menerima bantuan peralatan perbaikan mesin pendingin sesuai jenis pelatihan yang diikuti.
“Seluruh peserta juga akan mendapatkan peralatan,” tegas Rudi.
Bantuan ini diharapkan menjadi modal awal untuk membuka usaha, memperoleh penghasilan, menjadi wirausaha mandiri, dan meningkatkan taraf hidup. “Setelah terima pelatihan dan bantuan peralatan, kami akan turun melakukan pengawasan dan evaluasi para peserta,” kata Rudi.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan peralatan digunakan sebagaimana mestinya dan tidak diperjualbelikan. Peserta juga diwajibkan menandatangani surat pernyataan untuk tidak menjual alat yang diberikan.
“Kami harapkan mereka membuka usaha sendiri atau mandiri jadi tidak bergantung pada lowongan pekerjaan yang sangat terbatas,” ucapnya.
Pelatihan perbaikan mesin pendingin, mencakup AC, kulkas, mesin cuci, dan lainnya, akan berlangsung selama 14 hari bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Mataram yang telah bersertifikasi.
Sebelumnya, Kepala BPS Kota Mataram M Reza Nugraha Kusumowinoto mengatakan, data terbaru menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Mataram pada 2024 mencapai 4,85 persen.
“Angka ini mengalami kenaikan tipis sebesar 0,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 4,78 persen,” kata Reza.
Menurutnya, peningkatan TPT bukan sekadar anomali atau fluktuasi sesaat. Analisis BPS menunjukkan mayoritas pengangguran berasal dari lulusan SMA/SMK ke bawah. Kelompok ini mengalami kesulitan menembus dunia kerja formal maupun sektor industri yang berkembang pesat. (chi/r7)
Editor : Siti Aeny Maryam