Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tumpukan Sampah Belum Terangkut Optimal Walau Pembukaan kembali Tempat Pemrosesan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok Sudah Dilakukan

Lombok Post Online • Rabu, 2 Juli 2025 | 20:54 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost – Pembukaan kembali Tempat Pemrosesan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok setelah dua bulan ditutup, belum sepenuhnya mengatasi masalah penumpukan sampah di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kota Mataram, khususnya di TPS Sandubaya.

Kendati TPAR Kebon Kongok sudah beroperasi kembali sejak dua minggu terakhir, tumpukan sampah di TPS Sandubaya masih menggunung, jauh dari target Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram untuk membersihkannya hingga akhir Juni lalu.

Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Mataram Vidi Partisan Yuris Gamanjaya, menjelaskan waktu pembukaan TPAR Kebon Kongok yang baru berjalan setengah bulan menjadi alasan utama mengapa sampah belum bisa terangkut seluruhnya.

"Ya, masihlah, ini belum kita satu bulan, malah baru dua minggu baru dibuka TPA itu, bagaimana bisa," ungkap Vidi.

Vidi menepis ekspektasi yang berharap penumpukan sampah dapat teratasi dengan cepat pasca-pembukaan TPAR Kebon Kongok sesuai dengan target sebelumnya dapat teratasi hingga akhir Juni lalu.

Hingga saat ini, tim DLH Kota Mataram terus berupaya mengurangi volume sampah di TPS Sandubaya.

Prioritas utama adalah membersihkan tumpukan sampah yang menghalangi akses masuk ke TPS. Hal ini krusial mengingat sebuah insinerator dari rumah sakit yang akan digunakan sebagai bahan bakar sampah di TPS Sandubaya akan segera masuk.

Sesuai dengan instruksi dari pimpinan untuk mempercepat penanganan sampah di area tersebut demi kelancaran operasional insinerator. “Begitu perintahnya kemarin," imbuh Vidi.

Kendala utama yang menghambat proses pengurangan sampah secara maksimal adalah adanya pembatasan jam pembuangan ke TPAR Kebon Kongok.

Kota Mataram hanya diperbolehkan melakukan pembuangan sampah ke TPAR Kebon Kongok maksimal dua kali dalam sehari, yakni pada ritase kedua dan ketiga.

Padahal, normalnya, pembuangan sampah dapat dilakukan hingga empat atau bahkan lima ritase per hari untuk mempercepat proses pengurangan sampah. "Ritase pertama jam 8 sampai jam 9 pagi. Ritase kedua boleh di jam 12 siang ke atas. Yang normalnya jam 9 ritase pertama, jam 11 ritase kedua, jam dua ritase ketiga, dan jam 4 ritase keempat," jelas Vidi.

Namun, pembatasan jam operasional ini membuat DLH Kota Mataram kesulitan mengejar target pengosongan sampah. “Tapi sekarang ini masih dibatasi jamnya. Jadi agak susah, tidak dibatasi ritasenya. Itu tidak bisa kita buru-buru ngejar itu susah," keluh Vidi.

Setiap harinya, sekitar 50 dam truk sampah dapat terangkut dari TPS Sandubaya menuju TPAR Kebon Kongok. Meski demikian, volume sampah yang tersisa di TPS Sandubaya masih mencapai lebih dari seribu ton.

PERLAHAN DITANGANI:  Sebuah roda tiga pengangkut sampah Kota Mataram di tengah gunungan sampah TPS Sandubaya, beberapa waktu lalu.
PERLAHAN DITANGANI:  Sebuah roda tiga pengangkut sampah Kota Mataram di tengah gunungan sampah TPS Sandubaya, beberapa waktu lalu.

Vidi berharap dapat melakukan lembur hingga pukul 6 sore untuk mempercepat pengangkutan sampah. Ia mengaku telah meminta pihak TPAR Kebon Kongok untuk menambah jam operasional pembuangan.

Namun, permintaan tersebut belum dapat dipenuhi karena kekhawatiran pihak Kebon Kongok akan adanya tendensi masyarakat, mengingat mereka harus menutup kembali sampah dengan lapisan tanah. “Itu yang terjadi. Dari target awal saya pikir dibuka secara penuh tanpa ada jam-jam. Tapi ternyata masih ada jam, ya lumayan sulit," ujarnya.

Solusi jangka panjang untuk mengatasi penumpukan sampah di TPS Sandubaya diharapkan datang dengan masuknya insinerator. Alat pembakar sampah ini akan memungkinkan sisa tumpukan sampah yang tidak terangkut dapat dibakar, sehingga tidak hanya mengandalkan pembuangan ke TPA.

Insinerator ditargetkan masuk minggu ini, dan saat ini sedang dalam tahap pembuatan landasan. “Ya buat kita antisipasi kalau sewaktu-waktu terjadi penutupan lagi,” ucapnya.

Dengan adanya insinerator, diharapkan volume sampah di TPS Sandubaya dapat berkurang signifikan, sekaligus menjadi alternatif penanganan sampah selain pembuangan ke TPAR Kebon Kongok yang masih terkendala jam operasional. Meskipun demikian, penumpukan sampah di TPS Sandubaya tetap menjadi pekerjaan rumah besar bagi DLH Kota Mataram yang memerlukan solusi komprehensif dan koordinasi yang lebih baik antarpihak terkait. (chi/r9)

Editor : Prihadi Zoldic
#sampah #TPAR Kebon Kongok #Sandubaya #tpst #Mataram #tps