LombokPost - Lombok Womenpreneur Club (LWC) menggelar Kajian Muslimah bersama Ustadzah Halimah Alaydrus bertemakan Setegar Khadijah Selembut Aisyah di Auditorium Unram pada Senin (7/7).
Muslimah yang hadir mulai datang dari jam 04.00 wita dilanjutkan dengan Shalat Shubuh berjamaah di lokasi acara.
Estimasi jamaah muslimah yang datang ke acara kajian akbar ini lebih dari enam ribuan orang memadati Auditorium Unram.
”Kegiatan diagendakan sampai jam 11.00 wita tetapi karena melihat antusias yang luar biasa di Kota Mataram, Ustadzah Halimah Alaydrus melanjutkan kajiannya sampai jam 12.00 wita dan tidak lupa juga mendoakan Kota Mataram yang tertimpa bencana banjir besar pada Minggu (6/7),” kata Founder LWC Indah Purwanti Ningsih.
Dikatakan dengan adanya bencana banjir yang terjadi apalagi lokasi penyelenggaraan kegiatan juga terdampak sempat hectic and worry.
Dimana pada malam harinya lokasi acara masih banjir dan mulai surut pada dini hari.
”Tadinya kami juga sebenarnya sudah pesimis, karena semua isi media sosial soal banjir dan beberapa peserta yang berencana hadir rumahnya jadi korban banjir juga akses jalannya putus. Tapi ternyata muslimah sudah padat datang,” imbuhnya.
Dikatakan sebenarnya masih ada peserta lainnya tidak tertampung karena di dalam Auditorium Unram sudah over load muslimah.
LWC membuat booth UMKM one gate system sepanjang jalan melewati booth UMKM dari screening hingga masuk ke dalam Auditorium Unram.
Pihaknya membuat aturan dilarang membawa makanan dan minuman dari luar untuk membangkitkan UMKM yang terlibat dalam kegiatan ini.
LWC mendatangkan Ustadzah Halimah Alaydrus karena mewakili figur Womenpreneur Club. Selain itu jamaah dari Ustadzah Halimah Alaydrus dari setiap kota sangat banyak dan luar biasa antusiasnya.
”Awalnya tahun lalu ajukan, tetapi baru dapat slot tahun ini LWC bisa mendatangkan Ustadzah Halimah Alaydrus,” ujarnya.
Diharapkan dari kegiatan ini dapat memberikan hal positif di daerah NTB. Dimana ada kegelisahan Lombok ini banyak masalah viral berbagai kasus seperti tarian, kecimol, dan kasus kekerasan seksual yang banyak menghiasi media sosial yang ada.
”Ini kan pulau seribu masjid, kita ingin semua kasus yang ada bisa diimbangi dengan sesuatu hal yang positif dengan mengadakan kajian akbar ini. Supaya Lombok bisa dapat berkahnya,” tuturnya.
Sementara itu, Ustadzah Halimah Alaydrus merasa sangat bahagia melihat antusias yang luar biasa dari muslimah yang ada di Kota Mataram, NTB. Sebab dari Roadshow yang dijalankan mulai dari Bali, Bima, dan Lombok, antusias muslimah yang di Lombok paling berkesan buat dirinya.
”Awalnya sempat harap-harap cemas karena adanya bencana banjir di Kota Mataram, tapi alhamdulillah muslimah yang datang membludak dan sangat antusias sekali,” tuturnya.
Ustadzah Halimah Alaydrus mendoakan NTB khususnya Kota Mataram agar bencana tidak ada lagi. Bencana terus bisa tertangani dengan lebih baik oleh pemerintah dan stakeholder lainnya. (nur)
Editor : Pujo Nugroho