Dapur-dapur padam setelah banjir menerjang. Tapi dari balik lorong, Amir datang membawa obeng, ketulusan, dan semangat hidup.
---------------------------------------
MATAHARI belum tinggi ketika suara ketok-ketok pelan terdengar dari lorong sempit di Lingkungan Kebon Duren, Selagalas, Kota Mataram. Di antara bekas lumpur banjir dan sisa genangan, beberapa orang sibuk membongkar satu per satu kompor rusak.
“Kami berupaya meringankan beban saudara-saudara yang terdampak banjir,” kata Amiruddin, Jumat (11/7).
Ia membagi tugasnya dengan beberapa rekannya. Ada yang membersihkan sisa air merembes ke dalam pemantik, ada pula mencungkil bagian besi yang mulai berkarat.
“Yang masih bisa diperbaiki, kami perbaiki yang perlu ganti alat, ya diganti,” ucapnya.
Amir sang pemilik bengkel Servis Kompor The Sisok bukan sosok asing dalam dunia servis kompor gas. Tapi kehadirannya hari itu sangat berarti, membantu dengan layanan servis gratis bagi warga terdampak banjir.
“Saya lihat kemarin, banyak ibu-ibu mengeluh karena kompor mereka nggak bisa nyala. Kena air semua. Ya saya pikir, kenapa tidak saya bantu saja?” ujar Amir sambil tetap mengutak-atik pemantik api kompor dua tungku.
Banjir yang melanda Kota Mataram pada Minggu, 6 Juli 2025 lalu menyisakan kerusakan besar di sejumlah titik. Di Kebon Duren, salah satu yang terdampak paling parah, banyak warga kehilangan dan rusak peralatan rumah tangganya.
Kompor adalah salah satunya, padahal itu jantung dapur, alat penghidup keluarga. “Sekalipun kompor ini sederhana, tapi sangat penting fungsinya dalam rumah tangga,” ucapnya.
Tanpa protokoler, tanpa sponsor, Amir membawa peralatannya sendiri. Ia tak sendirian.
Beberapa anak muda terlihat turut membantu. Dan kabar baiknya, aksi sosial ini tak luput dari perhatian Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal.
Ia yang saat itu meninjau langsung wilayah terdampak dia Kebon Duren, melihat langsung aksi Amir di lapangan. Tanpa banyak kata, Gubernur langsung mentransfer dana pribadi sebesar Rp 4 juta ke Amir.
Dana itu digunakan untuk pembelian spare part, selang, pemantik, hingga biaya operasional lainnya, demi menyukseskan perbaikan kompor warga. “Semoga cukup untuk bantu warga kita yang lagi butuh,” ujar Miq Iqbal, sapaan akrab gubernur.
Aksi sosial Amir, mendapat sambutan hangat dari warga korban banjir. Mereka yang secara finansial tengah kesulitan karena banyak harta benda hanyut, merasakan manfaat besar service kompor gratis itu.
“Kompor saya itu sudah saya angkat-angkat kemarin, basah semua. Pas Amir datang, saya nggak nyangka bisa nyala lagi. Gratis pula. Alhamdulillah,” ucap Siti Aisyah, gembira.
Amir bukan pejabat, bukan anggota organisasi besar, apalagi pesohor media sosial. Tapi dari tangan dan ketekunannya, puluhan rumah bisa kembali memasak.
Bisa membuat kopi. Bisa menggoreng telur untuk anak-anak yang sempat trauma karena banjir. (LALU MOHAMMAD ZENUDIN, Mataram/r9)
Editor : Redaksi Lombok Post