Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkot Mataram Anggarkan Rp 1,4 Miliar Perbaiki Tiga Jembatan yang Rusak Diterjang Banjir

Lombok Post Online • Minggu, 13 Juli 2025 | 20:00 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost – Bencana banjir yang melanda beberapa waktu lalu menyisakan kerusakan infrastruktur signifikan di Kota Mataram, dengan tiga jembatan menjadi prioritas utama perbaikan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram menjelaskan hasil asesmen sementara.

Dimana menunjukkan adanya tanggul dan drainase yang jebol, serta beberapa jembatan rusak parah.

“Itu yang kami asesmen, dan anggaran sekitar Rp 1,4 miliar untuk biayanya,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning. 

Fokus utama asesmen berada pada tiga jembatan yang memerlukan penanganan khusus yaitu di wilayah Karang Kemong, Kebun Duren, dan Tegal. Lale merinci jembatan di Karang Kemong mengalami kerusakan paling parah, bahkan putus total.

Sementara itu, dua jembatan lainnya, meskipun masih berdiri, mengalami kerusakan pada bagian tanggul. Lale menekankan pentingnya perbaikan menyeluruh demi keamanan dan fungsionalitas jangka panjang.

“Yang namanya jembatan walaupun masih berdiri ketika pondasinya ada yang tergerus, mau tidak mau harus dibongkar dan memasang yang baru," ucapnya.

Saat ini, akses menuju jembatan-jembatan tersebut masih ditutup dan masyarakat diimbau menggunakan jalur alternatif. Penutupan ini penting karena jembatan-jembatan ini berfungsi sebagai penghubung vital antar lingkungan. 

"Untungnya masih ada jalan lain, selain jalan itu," tambahnya. 

Kerusakan jembatan diakibatkan oleh debit air yang sangat besar saat banjir. Lale menjelaskan, tanggul tergerus dan bagian tengah jembatan dihantam oleh sampah kiriman, yang diduga berasal dari rumah hanyut atau pohon tumbang dari hulu sungai.

 "Yang menjadi pengamatan kami kemarin, lebih banyak pohon yang tumbang itu pohon bambu, seakar-akarnya. Ini yang mendesak air tidak bisa mengalir," jelasnya.

Selain jembatan, Lale juga menyinggung kerusakan pada infrastruktur jalan. Ia menyebut satu ruas jalan di Jalan Beo, pemukiman Karang Kemong, mengalami kerusakan akibat jebolnya gorong-gorong di tengah jalan.

Kondisi ini diperparah dengan lalu lintas alat berat saat kegiatan gotong royong pascabanjir. 

JEMBATAN RUSAK: Seorang warga sedang melintasi jembatan yang rusak akibat banjir beberapa waktu lalu.
JEMBATAN RUSAK: Seorang warga sedang melintasi jembatan yang rusak akibat banjir beberapa waktu lalu.

"Pertimbangan kami saat masukkan alat berat itu, tapi daripada yang lain rusak lebih parah kita korbankan itu," ujarnya. (chi) 

Editor : Redaksi Lombok Post
#jebol #jembatan #Mataram #Banjir #Bencana