LombokPost – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram bergerak cepat merespons kebutuhan mendesak warga terdampak banjir yang kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen kependudukan.
Dengan strategi jemput bola, tim Dukcapil langsung mendatangi lokasi-lokasi terdampak, memfasilitasi penggantian dokumen vital tersebut.
Dinas pun bergerak cepat agar masyarakat bisa segera memiliki kembali dokumen vital tersebut.
“Ya, segera kita turun ke titik-titik teedampak. Jemput bola lah,” kata Kepala Dukcapil Kota Mataram Mansur, Jumat (17/7).
Mansur menjelaskan, fokus utama adalah memastikan warga yang kehilangan KTP, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, dan dokumen kependudukan penting lainnya segera mendapatkan pengganti.
“Dokumen kependudukan yang hilang atau hanyut karena banjir kita ganti. Kami langsung turun ke lokasi terdampak untuk memberikan pelayanan," ujarnya.
Layanan penggantian ini diberikan secara gratis, sebagai upaya meringankan beban warga pascabencana. Mansur mengakui, meskipun sempat menjadwalkan layanan, banyak warga yang datang langsung ke kantor karena kebutuhan mendesak.
"Ada yang basah, rusak dan sebagainya. Itu kita memang sudah membaca dari volume orang yang datang membutuhkan. Kita kan sudah jadwalkan tapi nampaknya kebutuhannya mendesak duluan datang ke kantor," katanya.
Meskipun banyak dokumen Adminduk yang hanyut dan hilang, hal tersebut tidak menjadi kendala berarti bagi Dukcapil. Data kependudukan warga telah tersimpan aman di sistem.
“Tinggal kita kroscek datanya dan validasi. Kan dia berantai ini, ada yang hilang KTP anaknya tapi milik bapaknya yang tidak hilang. Dasar itu kita jadikan pelacakan," terangnya.
Antisipasi terhadap warga terdampak yang kehilangan dokumen kependudukan telah dilakukan sejak awal. Informasi kesiapan layanan Dukcapil ini pun telah disampaikan melalui operasional posko terpadu penanganan bencana.
“Pelayanan ini untuk penduduk rentan Adminduk. Salah satunya korban banjir ini. Datanya dari posko bencana yang kami sinkronkan," ungkapnya.
Pelayanan jemput bola Dukcapil telah dimulai sejak Jumat (11/7) lalu, dengan titik pertama di Kelurahan Mayura yang menyasar empat lingkungan. Layanan berlanjut di Lingkungan Karang Kebon Kelurahan Selagalas.
"Jadwal kami hari ini seharusnya di Babakan, tapi ada arahan tadi malam kami prioritaskan ke Kebon Duren hari ini karena lebih banyak di sana," jelasnya.
Lokasi lain yang terdampak banjir seperti Babakan, Karang Kemong, Abian Tubuh, Kekalik, dan lainnya dipastikan akan tetap dilayani. “Kita habiskan untuk semua wilayah terdampak. Mau itu di perumahan atau apa kami tangani," tegasnya.
Terkait ketersediaan blangko, Mansur memastikan pasokan cukup. Pihaknya telah menerima bantuan 8 ribu keping blangko KTP dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Sudah cukup itu, kalau itu untuk kebutuhan berapa banyak tergantung yang dipakai berapa. Nanti kami akan minta lagi kalau sudah habis. Sekarang sudah jalan," katanya.
Selain layanan jemput bola, Mansur menyebutkan banyak warga terdampak yang juga datang langsung ke Kantor Dukcapil di Jalan Lingkar Selatan untuk mencetak KTP dan KK. “Bahkan lebih banyak dari biasanya yang datang per hari 200 orang. Sekarang sudah lebih dari itu," pungkasnya.
Terpisah, Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Ahmad Muzaki, menegaskan pihaknya telah berkoordinasi erat dengan Dukcapil terkait data warga terdampak. Penyerahan data yang akurat menjadi kunci kelancaran proses penggantian dokumen.
"Itu datanya kami verifikasi, berapa yang kehilangan dokumen dan sebagainya," kata Muzaki.
Ia memastikan data yang diserahkan kepada Dukcapil telah melalui proses validasi untuk memastikan bantuan penggantian dokumen tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan akibat dampak banjir. Kerja sama lintas sektoral antara BPBD dan Dukcapil ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi warga pascabencana, khususnya dalam hal pemenuhan hak-hak administrasi kependudukan yang sangat vital bagi mobilitas dan akses layanan publik.
“Segera kita serahkan nanti,” ucapnya. (chi/r9)
Editor : Jelo Sangaji