Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rachman Nilai Opening Ceremony FORNAS Spektakuler, Jalan Menuju Mataram – NTB Makmur Mendunia

Lombok Post Online • Senin, 28 Juli 2025 | 07:57 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost-Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram Abd Rahman, menilai opening ceremony FORNAS VIII sebagai sajian spektakuler yang berkelas.

Bagi dia, pertunjukan megah dan dikemas matang itu adalah bukti, NTB siap menuju panggung nasional bahkan dunia.

Secara detail Rachman memuji bagaimana gemerlap lampu, hentakan ritmis tarian kolosal, dan semangat masyarakat yang membuncah.

“Luar biasa, kalau kita lihat opening seremoni-nya, tak kalah berkelas dengan sajian nasional,” tutur Rachman, bangga, Minggu (27/7).

Opening ceremony Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII di Kota Mataram bukan hanya pembuka acara, tapi pernyataan kelas dari Kota Mataram khususnya dan NTB pada umumnya.

Ia pun menekankan tentang visi Gubernur NTB yang akan membawa darah ini makmur mendunia.

“Sekali lagi saya harus bilang ini luar biasa. Ini bukan sekadar pembukaan. Ini sebuah suguhan yang spektakuler, terkonsep dengan sangat matang, dan menampilkan NTB dengan cara yang sangat berkelas,” pujinya.

Menurut Rachman, koreografi dan narasi visual yang ditampilkan dalam seremoni itu bukan hanya menggambarkan kekayaan budaya lokal, tapi juga menyuarakan optimisme daerah menuju masa depan yang lebih besar.

“Sajian ini mengundang decak kagum. Mulai dari gerakan seni, tata cahaya, hingga pesan yang disampaikan, semua menunjukkan kita mampu bersaing di panggung nasional bahkan global,” tegasnya.

FORNAS VIII yang digelar di NTB, dengan Kota Mataram sebagai tuan rumah utama, menurut Rachman bukanlah event biasa. Melalui acara pembukaannya saja, sudah tampak provinsi ini dan kota tengah bersiap mengukir nama dalam sejarah penyelenggaraan event-event nasional.

“Inilah momentum untuk memperkenalkan kepada Indonesia bahwa NTB siap. PON 2028 pun kita siap. Opening ceremony tadi itu bukan hanya pertunjukan, tapi sebuah deklarasi kesiapan,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menilai, visi “NTB Makmur Mendunia” yang digaungkan oleh Gubernur NTB bukan sekadar jargon. FORNAS menjadi salah satu jalannya.

Dan penampilan pembuka menjadi bukti paling awal yang menyihir ribuan pasang mata. “Tadi malam (Sabtu malam, Red) kita tidak sedang menonton pertunjukan lokal. Kita sedang menyaksikan penampilan dengan level nasional. Bahkan bisa bersaing di level internasional,” ucapnya bangga.

Rachman juga menyoroti kerja kolaboratif yang tampak dari keseluruhan pembukaan FORNAS. Mulai dari pelibatan seniman, komunitas, anak muda, hingga aparat pemerintah antara Pemprov NTB sebagai tuan rumah dan Kota Mataram sebagai lokasi, semuanya bersatu menyuguhkan narasi yang kuat dan penuh semangat.

“Satu kata: matang. Semua detail terasa diperhitungkan. Mulai dari visualisasi, pengisi acara, gerak panggung, semuanya menunjukkan kerja kreatif yang luar biasa. Ini bukan kerja instan, ini kerja cinta dan perencanaan,” tekannya.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram Abd Rahman, menilai opening ceremony FORNAS VIII sebagai sajian spektakuler yang berkelas.
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram Abd Rahman, menilai opening ceremony FORNAS VIII sebagai sajian spektakuler yang berkelas.

Menurutnya, inilah wajah baru NTB—daerah yang kreatif, solid, dan visioner. Yang tidak hanya bisa menggelar event besar, tapi juga bisa mengesankan publik nasional dan mencuri perhatian nasional.

Di mata Rachman, FORNAS ini bukanlah puncak pencapaian, melainkan pembuka jalan. Ia berharap energi dari pembukaan yang spektakuler ini bisa menjadi semangat kolektif seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak dan berinovasi.

“Setelah pertunjukan hebat ini, kita harus teruskan dengan kerja nyata. Menata UMKM, membenahi fasilitas publik, menyambut wisatawan dengan keramahan, dan menyiapkan event-event lain,” ucapnya.

Ia juga mendorong agar spirit ini terus dijaga bahkan setelah FORNAS selesai. Karena nilai strategisnya tidak hanya pada perhelatan olahraga masyarakat, tapi juga sebagai showcase kesiapan daerah menjadi pusat perhatian nasional.

“Semua orang malam itu jadi saksi bahwa NTB bisa. Ini bukan hanya soal seni panggung, tapi seni menyusun mimpi. FORNAS sudah jadi panggung kita. Sekarang giliran kita menari lebih jauh, menari menuju NTB yang betul-betul makmur dan mendunia,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur NTB Dr Lalu Muhamad Iqbal, dalam sambutannya menegaskan, FORNAS menjadi momentum strategis untuk memperkuat budaya hidup aktif, mempererat solidaritas antardaerah, dan mempromosikan NTB sebagai salah satu destinasi unggulan sport tourism di Indonesia.

“FORNAS bukan hanya ajang untuk berkeringat dan berlomba, tetapi sebuah ruang untuk merayakan semangat hidup sehat, merawat persaudaraan, dan memperkenalkan kekayaan budaya NTB,” ujarnya.

Gubernur juga menekankan, NTB menghadirkan FORNAS dengan pendekatan khas: memadukan infrastruktur olahraga dengan kekayaan budaya lokal. Hampir seluruh rangkaian pertunjukan dan pengemasan acara didukung oleh pelaku kreatif lokal NTB, termasuk seni pertunjukan, kuliner khas Sasambo (Sasak-Samawa-Mbojo), hingga suvenir buatan UMKM daerah.

 “Kami tidak hanya menjadi tuan rumah dalam arti administratif, kami menyambut dengan rasa, warna, dan cerita lokal, FORNAS ini juga menjadi jalan untuk membangkitkan ekonomi kreatif NTB dari akar rumput,” tambahnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
#kekayaan #seni #Fornas #budaya #Mataram #NTB #lokal