LombokPost – Suasana Pasar Kebon Roek di Kota Mataram mendadak riuh, saat Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka datang berkunjung.
Kedatangannya didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Tiba sekitar pukul 08.00 WITA, Gibran langsung menyapa para pedagang dan pengunjung pasar. Warga yang mayoritas ibu-ibu terlihat antusias.
“Mas Gibran!” teriak ibu-ibu yang memanggil namanya, Sabtu (2/8).
Ada yang memaksa mendekat untuk bersalaman. Ada yang berhasil memeluk langsung putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo tersebut.
“Belanja bawang putih sama bawang merah. Senang yeee!” celetuk salah seorang pedagang sambil tertawa girang usai jualannya diborong Wapres Gibran.
Kunjungan Gibran bukan sekadar formalitas. Ia benar-benar turun ke lapak-lapak pedagang, mengecek langsung harga kebutuhan pokok seperti cabai, tomat, dan terong.
Gibran juga sempat bercakap ringan dengan pengunjung pasar, menanyakan kondisi dan luas area dagang. “Masih jauh, dalam lagi di sana,” kata seorang ibu menunjuk bagian belakang pasar.
Ia sempat membeli cabai serta beberapa sayuran dari tiga pedagang berbeda. “Ya rame. Alhamdulillah. Oh senang sih kita. Senang sekali. Siapa yang nggak senang dikunjungi pejabat,” ungkap seorang pedagang di emperan pasar Sukinawati.
Ia merasa kedatangan Wapres Gibran sebagai momen istimewa yang langka terjadi. “Kalau ke Jakarta kan kita nggak punya uang, susah bayar pesawat. Ini beliau yang ke sini, senang!” imbuhnya.
Selama kunjungan, Gibran tampil seperti biasanya: kalem, tenang, dan tak banyak bicara. Ia melayani foto selfie warga satu per satu, tidak terlihat buru-buru.
Tangannya tak henti dijabat oleh pengunjung pasar yang terus berebut mendekat. Dalam suasana yang penuh antusias itu, Sukinawati menyampaikan harapan-harapan singkatnya.
Bukan cuma soal harga atau dagangan, tapi juga masa depan generasi muda. “Mudah-mudahan generasi muda kita seperti dia. Anak-anak muda yang berani dan bisa kerja. Cari anak-anak muda yang nggak pakai tongkat-tongkat, kalau anak muda (yang memimpin) maju terus generasi muda kita,” lanjut Sukinawati, dengan suara penuh semangat.
Tak kalah santai, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal ikut larut dalam suasana. Ketika ada ibu-ibu yang menawarkan sayur dan bungkus ketupat pada Gibran, Iqbal ikut menyahut sambil bercanda.
“Nanti ada yang bertugas belanja di belakang Bu,” ucapnya dalam bahasa Sasak.
Pasar Kebon Roek dikenal sebagai salah satu pasar tradisional terbesar di NTB. Setiap harinya, perputaran ekonomi di tempat ini menjadi nadi penting perdagangan bahan pangan di wilayah Kota Mataram dan sekitarnya. (zad/r9)
Editor : Pujo NugrohoSumber : Lombok Post