LombokPost - Sabtu malam, 9 Agustus 2025, lantai utama Lombok Epicentrum Mall berubah menjadi panggung kemilau.
Cahaya lampu sorot memantul dari deretan perhiasan mutiara yang tersusun di meja-meja pameran.
Riuh tepuk tangan pecah ketika Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, didampingi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Mataram sekaligus Ketua TP PKK, Kinnastri Mohan Roliskana, membuka Festival Mutiara ke-5.
Ribuan pengunjung memadati pusat perbelanjaan modern terbesar di Mataram itu, sebagian sengaja datang, sebagian lainnya terhenti langkahnya saat melewati pameran.
Festival ini menjadi agenda rutin yang kini masuk kalender perayaan Hari Jadi Kota Mataram, tahun ini bertepatan dengan peringatan ke-32.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra, menyebut gelaran tahun ini diikuti 32 tenant yang terdiri dari pengrajin, pedagang, dan pelaku usaha mutiara.
“Festival ini yang kelima, kami gelar dua hari untuk mengangkat citra Mataram, agar semakin harum di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya, Sabtu (9/8/2025).
Dari total peserta, 15 tenant berkolaborasi langsung dengan Dekranasda, menampilkan produk terbaik mereka.
Koleksi yang dibawa menjadi bagian dari karya unggulan Kota Mataram.
Cahya menekankan, festival ini tidak sekadar jual beli, tetapi juga mengukuhkan identitas Mataram sebagai kota mutiara.
“Simbol tugu kota saja menggunakan ikon mutiara, jadi ini bukan sekadar komoditas, melainkan lambang kebanggaan daerah,” katanya.
Nilai mutiara Lombok, sambung Cahya, tak hanya diukur dari rupiah.
Desain yang unik, kualitas yang terjaga, dan cerita di balik proses pembuatannya membuat mutiara Lombok diminati hingga ke pasar dunia.
Bros dan kalung mutiara dari Lombok kerap menghiasi pemberitaan media dan koleksi wisatawan mancanegara. "Salah satunya bros karya ibu ketua Dekranasda Kota Mataram," ucapnya.
Di sela pameran, panggung utama menampilkan fashion show anak-anak dengan busana berhias aksesoris mutiara.
Suasana menjadi cair, penonton mengabadikan momen dengan kamera ponsel.
Menurut Cahya, kegiatan ini mampu memicu minat pasar sekaligus memperkenalkan filosofi mutiara pada generasi muda.
“Fashion show ini menjadi pemantik sekaligus edukasi," ujarnya.
Festival tahun ini juga menandai pencanangan “Nucleus Mutiara”, program yang dirancang untuk menjadikan mutiara sebagai penggerak utama ekonomi kreatif dan pariwisata Kota Mataram.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya memahami nilai ekonominya, tetapi juga bangga terhadap simbol kota ini, harapannya kebanggaan itu semakin kuat,” kata Cahya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin