LombokPost – Program bayi tabung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Moh. Ruslan Kota Mataram membuat bangga dunia medis NTB.
Program ini merupakan terobosan baru di dunia medis NTB yang diharapkan dapat membantu pasangan mengalami kesulitan memiliki momongan.
Pemkot Mataram sangat bangga dengan adanya inovasi terbaru dari rumah sakit daerah kebanggaan Kota Mataram ini.
Sebanyak delapan pasangan suami istri berhasil lolos seleksi ketat, menjadi pasien pertama dalam
"Dari sekian banyak pasangan yang mendaftar, hanya delapan yang lolos, mereka telah memenuhi semua kriteria kesehatan yang ditetapkan," kata Direktur RS Ruslan dr. Hj. NK Eka Nurhayati, SpOG., SubspFER., M.Kes., M.Sc.
Eka menjelaskan, proses seleksi pasien telah dilakukan selama berbulan-bulan, bahkan sebelum layanan ini resmi diluncurkan. Seleksi ini sangat ketat karena menyangkut keberhasilan program.
Beberapa pasangan dari luar daerah NTB, meskipun mendaftar, tidak lolos karena memiliki penyakit bawaan yang memerlukan perbaikan sebelum bisa mengikuti program bayi tabung.
“Ada beberapa dari luar daerah tetapi tidak lolos karena ada penyakit bawaan yang harus diperbaiki terlebih dahulu, salah satunya TBC yang ada di perut," jelasnya.
Setelah dinyatakan lolos, kedelapan pasangan ini akan memulai rangkaian perawatan yang panjang, mulai dari stimulasi ovum hingga penanaman embrio. Eka menambahkan, pemeriksaan awal dilakukan sore kemarin untuk membuat jadwal stimulasi.
Baca Juga: Di Balik Sunyi Ruang Bayi Tabung RSUD H Moh Ruslan Mataram, Waktu yang Melahirkan Harapan
"Nanti sore (kemarin sore, Red) kita periksa pasien yang sudah lolos itu untuk segera dibuatkan jadwal mulai stimulasinya," ujarnya.
Rentang usia pasien yang lolos bervariasi, mulai dari 20-an hingga 40-an tahun. Usia pasien menjadi salah satu faktor penentu biaya program bayi tabung.
“Range harga untuk program bayi tabung ini mulai dari Rp 65 juta, sesuai dengan penyakit, usia pasutri, dan berbeda-beda lagi," papar dr. Eka.
Fasilitas yang disediakan RS Ruslan untuk program ini cukup memadai. Rumah sakit ini memiliki banyak inkubator yang mampu menampung hingga 50 pasangan.
Program ini juga didukung oleh tim dokter yang kompeten. Sebanyak sembilan dokter dari tim Bandung Fertility Centre akan berkolaborasi dengan lima dokter dari RS Ruslan untuk memastikan layanan terbaik bagi pasien.
Sementara itu, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menyambut bangga salah satu inovasi terbaru dari Ruslan. “Teruslah berinovasi, mengeksplorasi semua hal menyangkut pelayanan medis, saya bangga memiliki Ibu dan teman-teman di RS Ruslan,” kata Mohan. (chi/zad/r9)
Editor : Siti Aeny Maryam