Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cek Kesehatan Gratis Kini Bisa Dinikmati Semua Orang Bukan Hanya Bagi yang Berulang Tahun,  Dinkes Kejar Target 36 Persen Warga

Lombok Post Online • Jumat, 15 Agustus 2025 | 12:22 WIB

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost – Pemeriksaan Kesehatan Gratis/Cek Kesehatan Gratis (PKG/CKG) kini tak lagi sekadar hadiah ulang tahun bagi warga Kota Mataram.

Program yang awalnya hanya menyasar penduduk berulang tahun itu, kini dibuka untuk semua masyarakat, tanpa syarat tanggal lahir.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Mataram I Gusti Bagus Bagiayasa, mengatakan kebijakan ini adalah bagian dari program nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Tujuannya jelas: mendorong pencegahan dan deteksi dini penyakit di masyarakat.

“Ini untuk menyadarkan masyarakat pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak awal, supaya pengobatan tidak terlambat,” katanya, Kamis (14/8).

CKG/PKG dilaksanakan di seluruh puskesmas. Pemeriksaan meliputi tensi darah, gula darah, kolesterol, fungsi organ seperti ginjal dan hati, hingga indikator kesehatan lain.

Setiap warga cukup datang membawa KTP dan melakukan pendaftaran melalui aplikasi Satu Sehat. Masyarakat yang memiliki gawai Android dapat mengunduh aplikasi itu, melakukan skrining mandiri—mengisi data seperti tinggi badan, berat badan, dan golongan darah—lalu memilih jadwal pemeriksaan di puskesmas.

Hasil pemeriksaan nantinya dapat langsung dilihat melalui aplikasi, termasuk rekomendasi tindak lanjut jika ditemukan masalah kesehatan. “Kalau ada indikasi penyakit, bisa segera dirujuk ke rumah sakit,” ucap Bagus.

Menuturnya, langkah ini untuk mencegah kasus yang muncul mendadak. “Seperti stroke atau gagal ginjal pada usia muda,” terangnya.

Pemerintah pusat menargetkan 36 persen penduduk di setiap daerah menjalani pemeriksaan ini tahun ini. Di Mataram, dari total lebih dari 450 ribu penduduk, capaian sementara baru sekitar 1.500 orang.

“Sosialisasi sudah kami lakukan lewat kader posyandu, puskesmas, media sosial, dan media massa,” ujarnya.

Langkah selanjutnya, menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri. Ia mengingatkan, pola hidup masyarakat kini makin rentan terhadap penyakit akibat perubahan gaya hidup.

Kemudahan layanan daring dan tren konsumsi makanan cepat saji, terutama di kalangan remaja, membuat ancaman penyakit degeneratif meningkat. “Seperti makanan fast food, dan lain-lain,” terangnya.

Selain mencegah penyakit, CKG juga menjadi sarana pemerintah memetakan status kesehatan penduduk. Data dari hasil skrining akan membantu pemerintah mengambil kebijakan kesehatan yang lebih tepat dan menyeluruh.

LAYANAN KESEHATAN: Petugas kesehatan memeriksa sampel darah warga saat kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Mataram, Minggu (10/8).
LAYANAN KESEHATAN: Petugas kesehatan memeriksa sampel darah warga saat kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Mataram, Minggu (10/8).

“Kalau semua warga rutin cek kesehatan, kita punya gambaran jelas penyakit apa yang dominan, kelompok usia mana yang rentan, dan langkah pencegahan apa yang harus diambil,” katanya.

Program ini juga akan menyasar pelajar. Mulai Agustus ini, CKG untuk anak sekolah digelar di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. Data peserta didik akan diakses melalui Dapodik dan dibagikan ke puskesmas sesuai wilayah kerja.

Bagus mengimbau seluruh warga memanfaatkan program ini. “Jangan tunggu sakit, dengan pemeriksaan dini, kita bisa mencegah kondisi menjadi parah, manfaatkan kesempatan yang sudah disiapkan pemerintah untuk kesehatan kita semua,” ujarnya. (zad/r9)

Editor : Pujo Nugroho
#cek kesehatan gratis #aplikasi #CKG #deteksi dini #Pemeriksaan Kesehatan