Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Loang Baloq Disulap Jadi “Colosseum Mataram", Panggung Presean Rutin Penjaga Warisan Budaya

Lombok Post Online • Kamis, 21 Agustus 2025 | 20:39 WIB

ADU SAKTI: Dua pepadu peresean tengah berlaga di panggung Kolosseum Mataram, Selasa (19/8).
ADU SAKTI: Dua pepadu peresean tengah berlaga di panggung Kolosseum Mataram, Selasa (19/8).
 

LombokPost – Sebuah gebrakan lahir dari tepi barat Kota Mataram. Taman Hiburan Loang Baloq kini ditetapkan sebagai “Colosseum Mataram”.

Arena yang akan menjadi panggung tetap peresean—pertarungan tradisional khas Sasak yang sarat makna, keberanian, dan warisan budaya.

Pagelaran perdana digelar Selasa (19/8) dalam rangkaian HUT ke-32 Kota Mataram. Ratusan warga berbondong-bondong memadati arena, menyaksikan para pepadu saling mengadu rotan dan perisai di bawah sorak sorai yang berlapis hingga ke tribun.

“Nah ini baru mantep,” puji Budi seorang pengunjung pecinta seni peresean yang ditemui Lombok Post, Selasa sore (19/8).

Pujian lebih bernyawa, datang dari Catrine wisatawan asing yang hadir sore itu. “This is amazing! The energy, the people, the tradition, it feels so alive!” ucapnya seraya membidikkan kamera ke arena.

Atmosfernya benar-benar menyerupai colosseum kuno, hanya saja kini hadir dengan wajah Lombok: penuh teriakan semangat, tabuhan musik tradisional, dan teriakan “bocor!” dari penonton yang larut dalam setiap sabetan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra, menegaskan peresean di Loang Baloq tidak lagi sebatas tontonan seremonial musiman. Mulai tahun ini, setiap bulan taman tersebut akan menjadi rumah tetap bagi pertunjukan adu ketangkasan pepadu se-Pulau Lombok.

“Ini bukan sekadar tontonan, kita ingin menjadikan Loang Baloq sebagai pusat peresean HARUM, sebuah kolosseum modern di mana seni, keberanian, dan wisata bertemu,” tuturnya.

Dimulai dari rangkaian perayaan HUT Kota Mataram ke-32. “Insya Allah ke depan akan rutin setiap bulan,” terangnya.

Ia menegaskan, langkah ini bagian dari komitmen menjaga warisan budaya sekaligus menguatkan citra wisata Kota Mataram. Fakta di lapangan membuktikan gagasan ini bukan sekadar wacana.

Pertunjukan perdana berhasil menyedot animo ratusan masyarakat. Dari anak-anak hingga orang tua, larut dalam atmosfer tradisi yang jarang ditemui di pusat kota.

Sejumlah wisatawan domestik hingga mancanegara terpukau. Rasa haus mereka pada pertunjukan seni budaya terbayar sebagai: “Spektakel otentik Lombok” yang layak menjadi atraksi wisata dunia.

Dengan konsep pagelaran rutin, Taman Hiburan Loang Baloq tak hanya sekadar ruang publik, melainkan ikon kebudayaan yang menyatukan masyarakat sekaligus menghadirkan daya tarik global. “Peresean adalah warisan yang harus kita jaga, kita jadikan Loang Baloq panggung abadi, agar generasi muda bisa menyaksikan dan merasakan kebanggaan atas budayanya sendiri,” telannya.

Cahya mengatakan, keputusan taman Loang Baloq sebagai kolosseum atraksi peresean sebagai momentum memperkuat branding wisata. “Dan tentu saja, ini akan menjadi daya tarik wisata yang mengangkat ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Langkah menjadikan Loang Baloq sebagai Kolosseum Mataram sejalan dengan tema HUT ke-32 Kota Mataram, “Kota Kita, Masa Depan Kita.” Artinya, apa yang dibangun hari ini sebagai investasi budaya sekaligus strategi wisata jangka panjang.

Jika di Italia ada Colosseum Roma, maka Colosseum Loang Baloq meskipun jauh lebih kecil tetapi diharapkan mampu menghadirkan atmosfer yang serupa. Sebagai panggung para pendekar, para pepadu pilih tanding untuk adu kesaktian!

“Tentu dalam denyut budaya dan semangat persaudaraan,” tekannya.

Cahya kembali menekankan, langkah ini bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan strategi pariwisata. “Presean sedang booming, kita tangkap momentum ini sebagai daya tarik baru Kota Mataram, wisata budaya yang hidup, rutin, dan bisa jadi identitas,” tambahnya.

Dukungan juga datang dari pengelola wisata Taman Loang Baloq. Mereka siap menjadikan area tersebut sebagai arena tetap wisata tarung.

“Pada saat ekshibisi kemarin (Selasa 19/8) animo dari warga luar biasa, parkiran penuh, tiket masuk laris, artinya kegiatan ini punya efek ekonomi yang nyata,” kata Thamrin, ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Samudra.

Ia melihat, peresean tak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membuka peluang baru bagi UMKM, pedagang kecil, hingga sektor parkir. “Hanya dalam satu sore, tiket parkir bisa menembus ribuan lembar, itu bukti daya tariknya,” tambahnya.

Pagelaran di arena Loang Baloq ini juga menghadirkan twist unik. Selain peresean, arena Loang Baloq juga sempat digunakan pertunjukan ekshibisi bergaya boxing bertajuk “Melet Laloq” sebagai wadah bagi mereka yang suka pertarungan fisik.

“Kalau ada yang berkoar-koar, kita siapkan arena ini, biar terbukti gagah di lapangan, bukan hanya di dunia maya,” celetuknya. (zad/r9)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Pujo Nugroho
#Loang Baloq #Peresean #Hiburan #Sasak #Mataram