LombokPost – Pembangunan kantor baru Wali Kota Mataram mendapat sorotan positif, terutama dari anggota Komisi III, Herman Fanani, yang menyebutnya lebih dari sekadar proyek fisik.
Menurutnya, proyek ini merupakan momentum penting untuk menghadirkan gedung megah dan memperbaiki kualitas layanan publik.
Fanani menegaskan bahwa pembangunan ini adalah investasi nyata untuk masyarakat.
“Pembangunan gedung baru harus dimaknai sebagai langkah menyempurnakan kekurangan yang selama ini masih dirasakan masyarakat,” kata Herman Fanani pada Lombok Post, Kamis (21/8).
Pembangunan gedung itu harus menandai asa tentang pelayanan pemerintah yang lebih baik.
“Dengan adanya pembangunan wali kota ini, segala bentuk perbaikan bisa dilakukan,” ucapnya.
Secara lebih teknis ia mengatakan, apa yang kurang di kantor lama, harus bisa disempurnakan di kantor baru.
“Demi kebaikan dan kemajuan masyarakat Kota Mataram,” ujarnya.
Baca Juga: Mimpi Ahyar, Nyata di Tangan Mohan! Kantor Wali Kota Baru Mataram Akhirnya Berdiri
Ia menekankan, gedung baru seyogianya menjadi simbol layanan yang lebih segar, cepat, dan transparan.
“Pelayanan itu harus lebih fresh, lebih segar lagi, jadi bukan hanya fisik bangunannya yang megah, tetapi juga semangat baru dalam melayani warga,” tambahnya.
Herman juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran pembangunan.
Ia mengingatkan, besarnya dukungan dana daerah harus sejalan dengan efektivitas pemanfaatannya.
“Anggaran yang kita siapkan cukup besar, maka transparansi itu harus dijaga, supaya benar-benar sesuai dengan yang kita rencanakan,” tegasnya.
Baca Juga: Lahan untuk Taman di Kantor Wali Kota Baru, Tawarkan Ruang Terbuka Hijau
Sebagai kota dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang relatif besar, lanjut Herman, Mataram memiliki peluang menghadirkan kantor wali kota yang representatif.
Di samping itu mampu meningkatkan kebanggaan warga.
“Tujuannya hanya satu, bagaimana Mataram ini menjadi lebih baik dan masyarakatnya bangga dengan kotanya,” ujarnya.
Meski menyambut positif, Herman mengingatkan pembangunan fisik tidak mengabaikan pembenahan sumber daya manusia dan tata kelola pelayanan.
“Kalau hanya gedungnya yang bagus tapi pelayanannya tidak berubah, ya percuma,” tekannya.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara fisik dengan sumber daya manusianya.
Sebagai contoh, kecepatan dan kemudahan pelayanan publik harus menjadi prioritas.
“Dengan begitu, wajah kantor wali kota baru benar-benar mencerminkan semangat reformasi birokrasi yang berpihak pada masyarakat,” paparnya.
Herman menegaskan, Komisi III DPRD Kota Mataram akan terus mengawal proyek pembangunan ini agar berjalan sesuai rencana.
Ia menyebut, dukungan legislatif bukan hanya dalam bentuk penganggaran, tetapi juga memastikan setiap proses berjalan transparan dan akuntabel.
“Komisi III akan tetap melakukan yang terbaik untuk Mataram, fokus kita bukan hanya pada infrastruktur, tetapi juga bagaimana pelayanan publik makin meningkat dan kesejahteraan masyarakat semakin terjamin,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning, menyampaikan pembangunan gedung kantor Wali Kota Mataram kini memasuki minggu ke-15 berjalan sesuai target. Berdasarkan progres pekerjaan per 20 Agustus 2025, realisasi konstruksi melampaui rencana.
“Alhamdulillah, sampai minggu ini progres pekerjaan sudah berada di angka 45,12 persen,” terangnya.
Menurutnya, progres ini lebih tinggi dari rencana 37,84 persen, artinya ada deviasi positif sekitar 7,28 persen. “Kita harapkan tren positif ini terus terjaga,” ujar Lale.
Lale menjelaskan, beberapa pekerjaan manual yang tengah berjalan meliputi bekisting dan pembesian balok serta plat lantai atap.
“Pemasangan bata di area toilet lantai 1, serta pemasangan dinding Habel di lantai 2 dan atap,”terangnya.
Di samping itu, tim juga mengerjakan plesteran dinding dan kolom di lantai 1 dan 2. Instalasi air bekas dan air kotor di lantai 2 dan 3, serta instalasi penerangan lantai 2.
“Pekerjaan pondasi batu kali untuk power house dan pembangunan dinding pos jaga juga mulai dilakukan,” terangnya.
Selain itu, sistem utilitas seperti pipa hydrant sprinkler system di lantai 1 ikut dipasang.
Di sisi lain, pekerjaan dengan alat berat meliputi pemasangan steger balok dan plat lantai atap, erection besi balok, serta urugan tanah untuk area lanskap.
“Kami memanfaatkan crane untuk mendukung efisiensi pekerjaan di bagian atas,” tambah Lale.
Untuk mendukung pekerjaan tersebut, sebanyak 116 tenaga kerja diterjunkan.
Mereka terdiri dari empat pelaksana lapangan, delapan mandor, 102 pekerja, dan dua petugas K3.
“Kondisi cuaca yang cerah beberapa hari terakhir cukup membantu mempercepat progres pekerjaan,” katanya.
Dengan capaian ini, Lale optimistis pembangunan kantor wali kota baru yang berlokasi di Lingkar Selatan, Tanjung Karang, dapat rampung sesuai jadwal.
“Kami terus menjaga kualitas konstruksi, keselamatan kerja, serta transparansi anggaran,” tekannya.
Harapannya, kantor baru ini tidak hanya menjadi bangunan modern, tetapi juga menjadi pusat layanan publik yang representatif.
”Dan membanggakan bagi warga Kota Mataram,” pungkasnya. (zad/r9)
Editor : Kimda Farida