LombokPost – Suasana khidmat menyelimuti Masjid As Syafi’iyah, Lingkungan Gubug Mamben, Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram.
Ratusan jamaah larut dalam uraian hikmah Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman, pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dalam ceramahnya, TGH Mujib mengingatkan kembali kasih sayang Rasulullah SAW yang melampaui batas waktu dan generasi.
“Setiap saat beliau mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Allah SWT, ‘Ya Allah, umatku, umatku, umatku.’ Kita belum lahir, tetapi beliau senantiasa menyebut dan mendoakan kita,” ujar Mujiburrahman, Sabtu malam (6/9).
Ia menambahkan, riwayat menyebutkan Rasulullah bahkan menangis dalam doanya hingga Malaikat Jibril turun menyampaikan pesan Allah, bahwasanya Rasulullah akan mendapatkan keputusan yang adil berkaitan dengan umatnya.
Mengutip kitab Inspirator Dunia karya Syekh Aidh Al Qarni, TGH Mujib menegaskan betapa luasnya kasih sayang Nabi Muhammad SAW.
Perhatian itu bukan hanya untuk umat Islam, tetapi mencakup seluruh lapisan masyarakat, termasuk orang tua lanjut usia, para pekerja dan pembantu rumah tangga, hingga seluruh makhluk hidup.
“Seperti itulah kasih sayang Nabi kita kepada umatnya dan semua ciptaan Allah SWT,” katanya.
Karena itu, menurutnya, para ulama senantiasa menekankan pentingnya memperingati Maulid Nabi.
Bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum menumbuhkan kembali cinta dan penghormatan kepada Rasulullah melalui shalawat yang terus dilantunkan.
Di hadapan jamaah, TGH mengajak umat meneladani kasih sayang Nabi dengan memperkuat silaturahmi. Ia menegaskan, perbedaan di tengah masyarakat seharusnya dijembatani dengan dialog dan musyawarah, bukan dipertajam dengan konflik.
Ia berharap, melalui perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dapat munculkan rasa kasih sayang kepada semua kelompok masyarakat.
“Jika ada perbedaan, mari kita duduk bersama, berdialog dengan baik, mari kita perkuat silaturahim, persatuan, dan kesatuan agar semua yang kita rencanakan dapat tercapai,” ujarnya.
Peringatan Maulid Nabi di Masjid As Syafi’iyah ini menjadi pengingat pesan kasih sayang Rasulullah tetap relevan di setiap zaman. Dalam suasana sosial yang kerap diwarnai gesekan, teladan Nabi diharapkan mampu menjadi perekat persatuan umat di Kota Mataram. (zad/r9)
Editor : Kimda Farida