LombokPost – Survei lalu lintas yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram bukan sekadar agenda rutin, melainkan strategi jangka panjang untuk kebijakan transportasi berbasis data.
“Tanpa data, kebijakan transportasi berisiko reaktif dan tidak tepat sasaran,” tegas Kepala Dishub Kota Mataram, Zulkarwin, Selasa (9/9).
Ia menjelaskan, ada lima sasaran utama dari survei tersebut. Pertama, pemetaan pola arus kendaraan.
“Kita ingin melihat fluktuasi per jenis kendaraan dan arah pada jam sibuk maupun lengang,” paparnya.
Kedua, identifikasi titik kemacetan.
“Data ini memetakan bottleneck yang sering membuat arus tersendat,” jelasnya.
Ketiga, optimasi traffic light.
“Dengan data ini kita bisa menyesuaikan durasi lampu lalu lintas agar lebih efisien,” ucapnya.
Keempat, rencana rambu lalu lintas.
“Kita bisa merancang ulang atau menambah rambu peringatan, larangan, maupun petunjuk,” katanya.
Dan kelima, evaluasi serta perencanaan jangka panjang.
“Hasil survei ini menjadi diagnosis yang akurat untuk pembangunan infrastruktur transportasi, seperti pelebaran jalan, underpass, atau rekayasa lalu lintas lainnya,” terangnya.
Selama kegiatan, Dishub juga meminta pengertian masyarakat.
“Pada akhirnya semua ini untuk kenyamanan bersama,” pungkas Zulkarwin.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin