MATARAM – Pemerintah Kota Mataram memastikan seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) tahun ini tak sekadar mencari pejabat baru. Lebih dari itu, proses akan menekankan rekam jejak, integritas, dan kepemimpinan calon.
“Aspek rekam jejak menjadi penilaian penting,” kata Kepala BKPSDM Kota Mataram Taufik Priyono, Rabu (8/10).
Ia menegaskan, catatan rekam jejak tidak hanya soal keterangan kepolisian atau bebas hukuman disiplin. Masukan dari rekan kerja, atasan, dan bawahan akan turut menjadi bahan pertimbangan utama.
“Mungkin yang bersangkutan pernah jadi atasan di OPD mana,” jelasnya.
BKPSDM ingin memastikan bahwa pejabat yang dipilih benar-benar memiliki reputasi baik dan etika kerja tinggi. Penilaian kolektif dari lingkungan kerja dianggap paling jujur menggambarkan karakter calon pejabat.
“Integritas dan kepemimpinan itu tidak bisa dibuat dalam sehari,” ujarnya.
Selain rekam jejak, seluruh tahapan seleksi tetap berjalan sesuai prosedur: asesmen kompetensi, penilaian makalah, dan wawancara. Semua dilaksanakan di bawah pengawasan panitia seleksi independen.
Proses transparan ini diharapkan menghasilkan pejabat yang berani berinovasi sekaligus menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih. “Kami ingin pejabat yang tidak hanya cerdas, tapi juga beretika,” tegasnya.
Taufik memastikan Pemkot Mataram tak akan menoleransi praktik yang menodai merit system. “Kami ingin hasil seleksi ini jadi contoh bahwa birokrasi bisa berjalan profesional,” katanya.
Dengan demikian, pengisian jabatan strategis diharapkan melahirkan pemimpin baru yang mampu memperkuat fondasi reformasi birokrasi di Kota Mataram.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin