LombokPost – Persaingan memperebutkan 11 jabatan eselon II di lingkungan Pemkot Mataram dipastikan berlangsung ketat. Pemerintah menegaskan seluruh tahapan seleksi akan dibuka secara transparan dan berkeadilan.
Kepala BKPSDM Kota Mataram Taufik Priyono menjelaskan draft nama pansel sudah dikirim ke BKN untuk dilakukan kajian. “Kami kirim dulu drafnya agar bisa dipelajari,” ujarnya, Senin (20/10)
Jika tidak ditemukan catatan, nama pansel akan langsung dimasukkan ke sistem dan diumumkan secara resmi. Pansel nantinya bertugas menyiapkan mekanisme seleksi sesuai regulasi kepegawaian nasional.
Seleksi terbuka ini dapat diikuti pejabat administrator yang sudah memenuhi masa jabatan minimal dua tahun. BKPSDM menegaskan tidak ada ruang bagi intervensi kepentingan personal dalam tahapan penilaian.
Sebanyak 11 jabatan yang dilelang mencakup OPD strategis seperti Bappeda, Inspektorat, BPBD, Dinsos, Disnaker, hingga DPMPTSP. Persaingan diperkirakan berlangsung sengit karena jabatan tersebut memiliki pengaruh besar terhadap arah kebijakan daerah.
Proses seleksi akan melewati tahapan administrasi, penulisan makalah, uji kompetensi, hingga wawancara akhir. Pemerintah ingin memastikan calon terpilih memahami tantangan birokrasi modern.
Pemerintah berharap para calon mampu menunjukkan inovasi dan gagasan baru untuk memperkuat pelayanan publik. Setiap peserta diuji tidak hanya dari sisi pengalaman, tetapi juga visi pembangunan daerah.
BKPSDM menyatakan seluruh penilaian akan terdokumentasi dan dapat diakses sesuai aturan. Pemkot berkomitmen mendorong budaya birokrasi berbasis prestasi.
Seleksi ini juga menjadi kesempatan bagi pejabat muda yang berkapasitas untuk naik kelas. Pemerintah membuka ruang sebesar-besarnya bagi kompetensi, bukan kedekatan personal.
“Kalau tidak ada revisi, langsung kami masukkan ke sistem dan umumkan,” tegasnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin