Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Didesak Dewan! PDAM Dianggap Terlalu Banyak Teori, Pelanggan Butuh Air Bukan Janji

Lalu Mohammad Zaenudin • Selasa, 21 Oktober 2025 | 11:05 WIB
I Gusti Bagus Hari Sudana Putra
I Gusti Bagus Hari Sudana Putra

 

 

LombokPost – DPRD Kota Mataram mendesak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang untuk tidak lagi bertumpu pada pola lama dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Komisi II menilai strategi konvensional tidak cukup menjawab peningkatan jumlah pelanggan.

Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram I Gusti Bagus Hari Sudana Putra menegaskan perusahaan daerah harus segera mencari terobosan baru. “PDAM harus punya inovasi untuk menambah air, bukan hanya mengandalkan cara lama,” ungkapnya, Senin (20/10).

Ia menilai solusi penampungan air malam hari yang disarankan kepada warga hanya bersifat sementara dan kurang relevan. Warga membutuhkan pasokan yang stabil, bukan sekadar imbauan menyesuaikan waktu pakai air.

Menurutnya, kebutuhan air bersih di Kota Mataram semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan pembangunan kawasan baru. Tanpa inovasi pasokan, PDAM berisiko kehilangan kepercayaan pelanggan.

Gus Ari, sapaan akrabnya, juga menyoroti minimnya langkah konkret PDAM dalam mengoptimalkan sumber air tambahan. Ia meminta agar perusahaan tidak terus terjebak dalam pola pikir teknis yang stagnan.

Politisi daerah pemilihan Cakranegara itu menekankan pentingnya strategi percepatan dalam mengeksplorasi potensi air dari berbagai titik. Sumber air yang ada, baik dari Lombok Barat maupun sumur bor lokal, disebut belum dimaksimalkan secara optimal.

Ia mengkritik alasan perizinan yang kerap dijadikan tameng keterlambatan perusahaan dalam mengembangkan sumber air baru. Menurutnya, persoalan administratif harus diselesaikan secara proaktif.

Dewan mendesak adanya aksi nyata berupa peningkatan kapasitas produksi, sistem distribusi yang lebih adaptif, dan pemanfaatan teknologi modern. PDAM diminta melihat kebutuhan air sebagai prioritas pelayanan publik.

Legislator tersebut menegaskan bahwa pelayanan air bersih tidak boleh hanya digerakkan oleh wacana tanpa eksekusi. Pelanggan menuntut bukti melalui aliran air yang lebih lancar.

Baca Juga: Misban: Pemkot Saja Tahan Pajak, Kok PDAM Naikkan Tarif?

“Jangan hanya bolak-balik bicara teori tanpa hasil,” tegas Gus Ari.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Pasokan air pelanggan #DPRD Kota Mataram #PDAM Giri Menang #Krisis Air Bersih #Inovasi PDAM