Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dari Daun Jadi Identitas Kota! Ecoprint Diproyeksikan Jadi Wajah Baru Mataram

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:41 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra bersama jajaran membuka Pelatihan Membatik Ecoprint Tahun 2025 di Hotel Astoria.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra bersama jajaran membuka Pelatihan Membatik Ecoprint Tahun 2025 di Hotel Astoria.

LombokPost – Dinas Pariwisata Kota Mataram berupaya menciptakan identitas baru kota melalui pelatihan membatik ecoprint sebagai produk budaya khas. Kegiatan yang digelar pada 20–23 Oktober 2025 di Hotel Aston Mataram ini secara khusus melibatkan pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan pengrajin lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra mengatakan ecoprint bukan sekadar keterampilan, tetapi simbol kreativitas berbasis alam. “Kami ingin ecoprint bukan hanya menjadi keterampilan, tapi identitas baru Kota Mataram,” ujarnya, Senin (20/10).

Ecoprint dipilih karena tekniknya mengandalkan bahan alami seperti daun ketapang, jati, dan bungur. Keunikan warna dan motif dianggap memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Dalam perspektif ekonomi kreatif, produk ecoprint dinilai mampu membuka peluang usaha mandiri bagi para pelaku UMKM. Pemerintah menilai pasar fesyen ramah lingkungan terus berkembang dan bisa menjadi ruang kompetisi baru bagi kreator lokal.

Pelatihan ini juga diarahkan untuk melahirkan brand kota yang dapat dikenali melalui motif khas berbahan flora Lombok. Dispar berharap Mataram dapat memiliki identitas visual layaknya kota-kota kreatif lain di Indonesia.

Selain keterampilan membatik, peserta diajarkan pemahaman filosofi ecoprint sebagai representasi hubungan manusia dan alam. Pendekatan ini dimaksudkan agar karya tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki ruh narasi lokal.

Selama empat hari pelatihan, peserta mendapatkan bimbingan teknis pewarnaan alami, penyusunan pola, hingga cara memadukan tekstur daun untuk menghasilkan karakter desain yang unik. Pendekatan praktis dilakukan agar peserta mampu mandiri usai pelatihan.

Dispar juga menyiapkan tahapan lanjutan berupa kurasi karya dan fasilitasi promosi agar produk tidak berhenti pada tahap eksperimental. Pemerintah menargetkan hadirnya komunitas ecoprint Mataram sebagai lokomotif ekonomi kreatif baru.

Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan produk, tetapi menumbuhkan kebanggaan kolektif terhadap identitas baru kota. Ecoprint diyakini bisa bersanding dengan kuliner, seni tari, dan destinasi wisata sebagai representasi lokal.

“Kreativitas adalah ruh pariwisata, dan ecoprint bisa menjadi warna baru identitas kita,” pungkas Cahya Samudra.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Identitas budaya baru #Ekonomi kreatif kota #Cahya Samudra Dispar #Pelatihan UMKM kreatif #Ecoprint Mataram