Hal ini sesuai arahan Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB dalam Rapat Persiapan Peningkatan Kompetensi Pengurus dan Pendamping KDKMP bersama perwakilan dari 9 kabupaten/kota se-NTB pada Kamis (23/10) di Hotel Golden Palace Mataram.
Seusai rapat ini, pihak Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram akan segera melakukan persiapan Diklat, diantaranya menentuan lokasi diklat, membahas sisa kuota peserta diklat, penetapan pengajar dan narasumber kegiatan.
Jimmy Nelwan menyebutkan, pembentukan KDKMP ini sepenuhnya menggunakan dana dekonsentrasi dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Dinas Koperasi UKM NTB.
"Termasuk untuk gaji pendamping Kopdes semuanya menggunakan dana dekon," ucap Jimmy Nelwan.
Dijalaskan Jimmy Nelwan, peserta diklat nantinya adalah pengurus dan pendamping Kopdes. Seluruhnya akan diberikan pelatihan demi peningkatan kompetensi.
"Satu koperasi diwakili 2 orang, pelaksanaannya dimana masih kami harus rapatkan, yang pasti di Kota Mataram," jelas Jimmy Nelwan.
Ia juga menambahkan, semua proses mengacu pada diklat dari pusat, termasuk jumlah peserta Diklat, sesuai dengan jumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah diusulkan Kota Mataram ke pusat yakni sebanyak 50 koperasi.
"Tidak bisa lagi ada penambahan ditengah jalan karena yang terdata di pusat hanya 50 Kopdes untuk Kota Mataram," ungkap Jimmy Nelwan.
Begitu pun jumlah pendamping Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, juga mengacu pada juklak Kemenkop, dimana 1 orang bisa membina 8-11 koperasi.
Untuk pendamping Kopdes, Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram akan mencari SDM yang memiliki pengalaman dibidang koperasi.
"Sesuai petunjuk Diskop Provinsi, harus yang pernah bekerja di koperasi, supaya lebih faham mendampingi Kopdes," tambah Jimmy Nelwan.
Jimmy Nelwan juga memastikan para pengurus dan pendamping Kopdes Kota Mataram akan mendapatkan bimbingan dari tenaga pengajar yang profesional dalam Diklat ini.
“Peserta diklat harus benar-benar berasal dari pengurus Koperasi Desa Merah Putih yang telah kita bentuk. Mereka akan dididik oleh para narasumber agar memahami tata kelola koperasi secara komprehensif,” jelas Jimmy Nelwan.
Editor : Siti Aeny Maryam