Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cara Tenangkan Anggota Keluarga yang Alami Gangguan Jiwa, Sangat Sensitif Terhadap Perlakuan dan Emosi

Lombok Post Online • Selasa, 4 November 2025 | 13:03 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost – Tidak mudah hidup bersama anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Emosi naik turun, stigma sosial, hingga rasa lelah sering kali datang bersamaan.

Karena itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram menggelar kegiatan Bimbingan bagi Keluarga Penyandang Disabilitas tahun 2025.

Sebanyak 30 keluarga yang memiliki anggota dengan disabilitas atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) duduk bersama, belajar cara memahami, mendampingi, dan merawat orang terkasih mereka di rumah.

 Baca Juga: Rp 2 Miliar per Bulan, BPJS Kesehatan Tanggung Biaya Layanan Gangguan Jiwa di NTB

“Kalau keluarga tidak paham cara menangani, pasien bisa kambuh dan kondisinya makin berat,” ujar Plt Kepala Dinsos Kota Mataram Lalu Samsul Adnan.

Ia menegaskan, program ini bagian dari upaya besar pemerintah kota memperkuat peran keluarga sebagai garda terdepan penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

“Kami ingin keluarga tidak merasa sendirian menghadapi situasi seperti ini. Ada cara, ada langkah, dan ada tempat untuk berbagi,” katanya.

 Baca Juga: Ragam Terapi Pasien Gangguan Jiwa di RSJD Surakarta: Dari Membatik, Make Up, sampai Budi Daya Lele

Dalam sesi berikutnya, Dinsos menghadirkan narasumber dari RSJ Mutiara Sukma Ns. Miswari Nila Mutiarani, M.Kep., Sp.Kep.J., yang memaparkan peran keluarga dalam merawat ODGJ.

Ia menjelaskan tanda-tanda kekambuhan, cara mengenali gejala awal, hingga bagaimana menenangkan pasien ketika emosi mereka tidak stabil.

“Yang paling penting adalah kasih sayang,” tekannya.

 Baca Juga: Polisi Pastikan Duda Pemerkosa Anak Kandung di Lombok Barat Tak Alami Gangguan Jiwa

Selain paparan materi, para peserta juga diajak berbagi pengalaman. Beberapa menuturkan betapa sulitnya menghadapi stigma dari masyarakat.

Dinsos berharap kegiatan ini menjadi langkah kecil yang berdampak besar.

Di balik setiap orang dengan gangguan jiwa, selalu ada keluarga yang berjuang dan kini, mereka lebih siap terus mendampingi.

 

MATERI: Pemberian materi tentang cara menangani anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.
MATERI: Pemberian materi tentang cara menangani anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.

“Orang dengan gangguan jiwa sangat sensitif terhadap perlakuan dan emosi di sekitarnya maka keluarga harus jadi tempat paling aman bagi mereka,” ucapnya. (zad/r9)

Editor : Kimda Farida
#gejala #KAsih Sayang #emosi #GANGGUAN JIWA #Pelayanan