LombokPost – Ancaman abrasi di pesisir Ampenan mendapat perhatian serius dari Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana. Dalam audiensi bersama Menteri Pekerjaan Umum dan (PU) Dr. Dody Hanggodo di Jakarta, Selasa, Mohan mengajukan proposal pembangunan pengaman pantai senilai Rp 540 miliar.
“Ini sangat penting bagi keselamatan warga pesisir dan nelayan yang setiap tahun terancam abrasi,” ujar Mohan dalam rilis resminya, Selasa (11/11).
Proyek tersebut dirancang untuk melindungi garis pantai sepanjang sembilan kilometer di wilayah Kota Mataram. Pengaman pantai ini menjadi solusi permanen dari kerusakan akibat gelombang laut yang semakin intens dalam beberapa tahun terakhir.
Selain proyek pengaman pantai, Mohan juga mengusulkan dukungan pusat untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo dan proyek jalan-jembatan senilai Rp 94 miliar. Kedua program itu diharapkan memperkuat konektivitas sekaligus menjawab tantangan kebersihan dan aksesibilitas warga.
Pertemuan dengan Menteri PU berlangsung dalam suasana akrab dan konstruktif. Wali Kota menyerahkan langsung proposal lengkap beserta dokumen perencanaan teknis. “Kami tidak ingin pembangunan kota berhenti karena keterbatasan anggaran. Harus ada langkah konkret menjemput dukungan pusat,” tegasnya.
Mohan menilai, koordinasi langsung dengan pemerintah pusat menjadi strategi penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan kota di tengah penyesuaian Dana Transfer ke Daerah (TKD). “Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan,” katanya.
Ia menyebut, setiap usulan program memiliki urgensi berbeda, namun semuanya bermuara pada kepentingan masyarakat. “Baik pengaman pantai, TPST, maupun akses jalan, semuanya untuk kenyamanan dan keselamatan warga,” ujarnya.
Menurut Mohan, keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan stagnasi. “Yang penting kita terus bergerak, mencari solusi agar pelayanan publik dan infrastruktur tetap berkembang,” tandasnya.
Audiensi itu menjadi momentum bagi Kota Mataram untuk memperkuat hubungan kerja sama dengan pemerintah pusat. “Kami bersyukur bisa menyampaikan langsung kebutuhan kota. Ini langkah
penting menjaga kesinambungan pembangunan,” ungkapnya.
Ia optimistis dukungan pusat akan mempercepat pencapaian visi Mataram HARUM. “Setidaknya, langkah ini memberi harapan baru bagi pemerintah daerah dan masyarakat,” pungkas Mohan.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin