LombokPost - Di tengah riuh rendahnya dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Turida, tersimpan kisah-kisah inspiratif tentang perubahan nasib warga lokal.
Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini tak hanya menyediakan ribuan porsi makanan untuk anak sekolah, tetapi juga menjadi sumber lapangan kerja baru dengan upah yang menggiurkan.
Sebut saja Siti, seorang perempuan asal Gebang.
Dengan senyum lelah namun berbinar, ia menata baki-baki stainless yang baru dicuci.
Pekerjaan sederhananya: mencuci tumpukan omprengan yang menjulang.
"Tidak pernah saya bayangkan bisa dapat pekerjaan seperti ini. Alhamdulillah, bisa bantu dapur di rumah," ujar Siti.
Dari pekerjaan mencuci piring ini, Siti mengantongi upah bersih Rp 2.860.000 per bulan, angka yang bahkan lebih tinggi dari Upah Minimum Regional (UMR) Kota Mataram.
Perjuangan Melawan 3.000 Omprengan Setiap Hari
Dapur MBG Turida merupakan salah satu pusat yang memasak dan mendistribusikan ribuan porsi ke sekolah-sekolah.
Jumlah peralatan yang harus dibersihkan oleh para relawan setiap hari sangat fantastis, mencapai 2.500 hingga 3.000 omprengan. Semuanya harus bersih dan siap digunakan lagi sebelum matahari terbit.
"Banyak memang, tapi kalau dikerjakan sama-sama, sambil bercanda, ya jadi ringan," timpal Shazia, rekan Siti, yang juga warga Babakan.
Meskipun pekerjaan ini menuntut kerja keras hingga larut malam bahkan pulang sampai tengah malam hasil yang didapat membuat rasa capek hilang tak bersisa.
Menghidupkan Ekonomi Akar Rumput
Di wilayah Turida dan sekitarnya, Program MBG terbukti membuka sumber pekerjaan baru bagi masyarakat di level akar rumput.
Posisi yang tersedia beragam, mulai dari juru masak, pengantar makanan, pengupas sayur, hingga para pencuci piring.
Warga, seperti ibu rumah tangga, pemuda putus sekolah, dan mereka yang sebelumnya menganggur, kini memiliki gaji tetap, pekerjaan yang dekat dari rumah, dan lingkungan kerja yang ramai.
Bagi Siti dan Shazia, keriput di tangan akibat air dan tubuh yang letih setelah bergulat dengan ribuan loyang adalah bagian dari perjuangan yang mulia.
Mereka adalah pahlawan sunyi di garis belakang yang memastikan roda dapur raksasa MBG terus berputar, membuktikan bahwa program ini bukan sekadar bantuan makanan, tetapi juga motor penggerak ekonomi keluarga. (LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram/r9)
Editor : Kimda Farida