LombokPost - Mataram raih cakupan Akta Kematian 99 persen, antisipasi kebocoran data Bansos dan Jaminan Sosial. Kunci sukses: Sinergi RS, KPU, dan 70 Jaringan Pengurus Makam.
Mataram Mendekati Cakupan Data Kematian Sempurna
Kota Mataram menjadi sorotan nasional setelah berhasil mencapai cakupan pencatatan Akta Kematian hingga 99 persen. Angka ini dinilai krusial oleh pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan data kependudukan, terutama dalam mencegah salah sasaran bantuan sosial (Bansos) dan pembengkakan biaya jaminan kesehatan negara.
Kunjungan Bappenas Soroti Integritas Data
Tim Direktorat Kependudukan dan Jaminan Sosial Bappenas RI mengunjungi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram untuk mengulik bagaimana Mataram dapat "mengunci" data peristiwa kematian dengan tertib.
Kepala Disdukcapil Kota Mataram, Dr. Mansur, menuturkan bahwa Bappenas menegaskan pentingnya akurasi data. "Satu kematian yang tidak tercatat berarti satu nama tetap hidup dalam sistem bantuan: penerima PBI yang tidak berhak, peserta UHC yang masih ditanggung negara, atau pemilih yang tetap tercantum dalam daftar pemilu," jelasnya.
Kunci Sukses Mataram: Sinergi Tiga Jalur Verifikasi
Mitigasi kebocoran data di Mataram dilakukan melalui kombinasi tiga jalur pelaporan yang unik:
Fasilitas Kesehatan: Pelaporan cepat dari Rumah Sakit dan Puskesmas. Tim Bappenas bahkan turun langsung ke RS H.M. Ruslan untuk mengecek kecepatan input data dari ranjang pasien ke server Dukcapil.
Jaringan Makam: Keterlibatan 70 pengurus makam yang secara rutin mengirimkan daftar jenazah setiap bulan.
KPU: Kerja sama dengan KPU yang melaporkan setiap temuan warga meninggal dalam proses pencocokan data pemilih.
Kebijakan Santunan Kematian Mendorong Kepatuhan
Dr. Mansur menambahkan, salah satu mekanisme yang terbukti paling efektif dalam mempercepat pelaporan adalah kebijakan yang mengikat: pencairan santunan kematian hanya dapat dilakukan bila akta kematian telah terbit. Kebijakan ini secara langsung mendorong keluarga untuk bergerak cepat melapor ke Dukcapil.
Cakupan Kelahiran Juga Stabil di 99 Persen
Selain kematian, pencatatan kelahiran di Mataram juga berada di kisaran 99 persen. Angka ini didukung oleh program Melatiku yang mengintegrasikan pendaftaran kelahiran dari RS hingga Puskesmas, yang kini semua terhubung penuh dengan Dukcapil melalui aplikasi daring. Pencatatan kelahiran juga didorong oleh antusiasme masyarakat terhadap Kartu Identitas Anak (KIA) yang menawarkan berbagai fasilitas diskon dari pelaku usaha lokal.
Editor : Pujo Nugroho