LombokPost - Turnamen Fun Volleyball Karang Taruna Srivijaya 2025 resmi berakhir. Ajang olahraga ini mempertemukan 12 klub bola voli se-Kota Mataram, dengan pertandingan dimulai pada 10 November, hingga final sekaligus penutupan pada Jumat (21/11).
Partai final yang mempertemukan dua klub terbaik berlangsung sengit. Tim Wawa A Volleyball berhasil keluar sebagai juara, setelah mengalahkan Sapta Marga dengan skor 3–1.
Dengan hasil tersebut, Wawa A menempati posisi juara pertama, disusul Sapta Marga sebagai juara kedua. Adapun juara ketiga diraih Gomong Mataram, sementara Srivijaya Mataram harus puas berada di peringkat keempat.
Wali Kota Mataram Mohan Roliskan yang hadir menyampaikan apresiasi, terhadap Karang Taruna Srivijaya yang mampu menyelenggarakan turnamen secara rapi, meriah, dan melibatkan banyak pemuda.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kegiatan yang diselenggarakan oleh Karang Taruna. Terima kasih karena telah mampu menghimpun para pegiat olahraga, khususnya bola voli,” terangnya.
Menurutnya, turnamen ini memberi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berkumpul, berproses, dan belajar bersama. Salah satu hal penting bisa dipelajari, bahwa olahraga bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga sarana untuk menyatukan semua pihak.
“Melalui proses yang ada, kita belajar saling mengenal, saling menghargai, menerima kekalahan dengan lapang dada, dan menghargai kemenangan dengan penuh sportivitas. Proses inilah yang perlu terus kita jaga bersama,” tegas Mohan.
Wali Kota juga berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dan dikembangkan. Kedepannya, ada kompetisi khusus perempuan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kesetaraan dan kesempatan di bidang olahraga.
“Harapan saya seperti itu, dan ada lagi kegiatan lain yang diinisiasi oleh teman-teman Karang Taruna, sehingga aktivitas seperti ini bisa terus berlanjut dan lokasi bertanding bisa dimanfaatkan maksimal,” tandasnya.
Ketua KONI Kota Mataram Firadz Pariska memberikan selamat kepada pemenang, serta mengucapkan terima kasih kepada peserta sekaligus pihak penyelenggara Karang Taruna Srivijaya.
Menurutnya, kompetisi seperti ini merupakan sumber energi yang membantu menciptakan suasana hidup, bagi masyarakat dan atlet muda, dan bukan sekadar perlombaan untuk menentukan siapa juara.
“Lebih dari itu, ini adalah momentum bagi kita semua, sebagai ajang hiburan, ajang kompetisi, serta ruang bagi masyarakat untuk terus beraktivitas melalui olahraga,” jelasnya.
Olahraga adalah bagian penting dari gaya hidup sehat. Ia pun mengutip sebuah pepatah yang menggambarkan esensi kompetisi dari kata bijak no achievement without competition. Artinya, tidak akan ada prestasi yang lahir tanpa adanya kompetisi.
Camat Mataram Budi Wartono mengatakan rasa kebersamaan dan kesenangan selama turnamen berlangsung, menjadi nilai paling penting yang harus dipertahankan.
Ia menyebut turnamen ini adalah volume 1 dengan melibatkan 12 klub se-Kota Mataram, ini sebuah capaian yang cukup besar untuk sebuah ajang pembinaan pemuda di tingkat kecamatan.
Budi pim memberi isyarat bahwa penyelenggaraan berikutnya akan berlanjut dan sudah direncanakan. “Mudah-mudahan volume 2 dapat kita laksanakan tidak terlalu lama dari sekarang, mohon dukungan dari PBVSI Kota Mataram,” harapnya.
Ketua Karang Taruna Srivijaya Meirwandy Fiqri menyampaikan kebanggaannya atas bangkitnya klub-klub voli yang lama vakum di Kota Mataram, termasuk Teratai, serta hadirnya klub baru seperti Ivogola, Semanggi, Kebama, dan Punia. Ia menilai perkembangan ini sebagai tanda positif hidupnya kembali olahraga voli di Mataram.
Editor : Siti Aeny Maryam