LombokPost – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram resmi memulai uji coba bus angkutan umum gratis yang melintasi sejumlah titik vital di kota.
Inovasi layanan ini tidak hanya menawarkan tarif nol rupiah, tetapi juga mengatasi keluhan klasik pengguna transportasi umum dengan menyediakan sistem pemantauan posisi armada secara real-time melalui barcode.
Kepala Dishub Kota Mataram, Zulkarwin, menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan menghilangkan ketidakpastian saat menunggu bus.
“Kita pakai GPS Publish. Barcode-nya akan kita tempatkan di banner-banner yang tersebar di titik-titik strategis,” kata Zulkarwin, Senin (24/11).
Masyarakat cukup memindai (scan) barcode yang terpasang di setiap titik strategis untuk mengetahui lokasi bus secara akurat. Dengan begitu, warga di lokasi seperti Kodya Asri atau UNRAM dapat memutuskan kapan waktu terbaik untuk menuju halte.
Sistem Loop dan Waktu Tunggu Terukur
Uji coba ini menerapkan skema loop system (bolak-balik) dengan rute tetap, memastikan tidak ada penumpang yang "tertinggal" atau tidak bisa pulang.
"Bus ini bolak-balik. Jadi siapa pun yang naik dari titik A, akan tetap terlayani saat rute balik,” jelas Kabid Angkutan, Agus Sunandar.
Skema ini juga memastikan headway atau waktu antarbus berada di rentang yang terukur, yaitu 30–40 menit, tanpa jeda lama di satu titik.
Rute bus angkutan gratis melintasi sejumlah titik penting, antara lain:
UNRAM – UIN – Islamic Center – STM/AMM
Epic Mall – Pagesangan – Kodya Asri – Dukcapil
Bandara Selaparang – Karang Sukun – Perumahan Kekalik – hingga kembali ke titik awal.
Jadwal Operasional Terbatas karena Keterbatasan Sopir
Mengingat saat ini Dishub hanya memiliki satu sopir untuk setiap armada, jam operasional bus dibagi dua sesi untuk mematuhi batasan jam kerja pengemudi dan menjaga keselamatan:
Senin–Kamis: 06.30–10.30 WITA, dan beroperasi lagi 13.00–15.00 WITA.
Jumat–Sabtu: 06.30–12.00 WITA.
Agus Sunandar menambahkan, keputusan untuk penambahan sopir dan armada akan diputuskan setelah evaluasi awal uji coba ini selesai. Dishub berharap pola penggunaan masyarakat akan segera terbaca dalam beberapa minggu pertama. (zad/r9)
Editor : Kimda Farida