Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dinkes Mataram Rancang Skema Baru, Orang Tua Asuh Berbasis Pemetaan Ekonomi untuk Tekan Stunting

Lalu Mohammad Zaenudin • Selasa, 2 Desember 2025 | 10:48 WIB

 

Seorang ibu dan balitanya menerima bingkisan paket makanan bergizi untuk mencegah stunting
Seorang ibu dan balitanya menerima bingkisan paket makanan bergizi untuk mencegah stunting


LombokPost – Dinas Kesehatan Kota Mataram akan menggencarkan kembali program Orang Tua Asuh pada 2026 dengan pendekatan baru yang lebih terarah, yakni menitipkan balita dari keluarga kurang mampu kepada orang tua asuh yang berkecukupan secara ekonomi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. Emirald Isfihan, menjelaskan pihaknya akan memetakan secara valid balita yang mengalami stunting karena faktor ekonomi.

“2026 ini kita menggencarkan lagi gerakan orang tua asuh ini yang mungkin nanti kedepannya kami akan memetakan benar-benar mana balita-balita kita yang terkendala masalah ekonominya sehingga gerakan orang tua asuh itu nantinya bukan hanya pemberian-pemberian dalam bentuk kolektif seperti ini, dalam bentuk makanan begitu,” ujar dr. Emirald, Senin (1/12).

Lebih lanjut ia mengatakan, strategi baru ini akan menitipkan anak kepada satu orang tua asuh yang mampu memberikan asupan gizi rutin setiap hari selama masa intervensi.

“Strategi yang akan kita lakukan yang kita pakai adalah menitipkan anak yang kekurangan ekonomi ini pada satu orang tua asuh yang ekonominya mampu jadi dia yang memberikan intervensi selama 3 bulan,” tambahnya.

Menurut dr. Emirald, masa penanganan stunting rata-rata memerlukan 3 hingga 6 bulan, tergantung usia dan kondisi anak. Intervensi akan lebih cepat jika anak berusia 6 bulan hingga 2 tahun.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Anak dititipkan orang kaya #Pemetaan ekonomi balita #Orang Tua Asuh 2026 #Stunting Mataram #Intervensi gizi 3 bulan