LombokPost – Fenomena tahunan sampah kiriman dari laut kembali menyerbu sebagian besar garis pantai Kota Mataram, termasuk destinasi wisata populer Pantai Loang Baloq.
Tumpukan sampah yang masif ini diakui oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram sebagai siklus rutin yang terjadi setiap memasuki musim penghujan di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, menjelaskan bahwa sampah-sampah ini adalah material yang terbawa dari sungai ke muara, kemudian masuk ke laut, dan kini "ditumpahkan" kembali oleh samudra ke pesisir.
”Ini memang siklus tahunan. Ketika masuk musim penghujan, sampah-sampah yang ada di dalam lautan, yang merupakan hasil dari sampah yang terbuang dari sungai ke muara, akan kembali ditumpahkan oleh samudra ke pesisir,” kata Cahya Samudra.
Kondisi terparah terjadi di kawasan Loang Baloq. Cahya Samudra membenarkan bahwa lokasi Loang Baloq yang strategis, berada di sisi muara, menjadikannya titik paling terdampak dari kiriman sampah laut ini.
* Asal Sampah: Murni berasal dari lautan (sungai, muara laut, pesisir).
* Waktu Siklus: Dimulai sejak November, bertepatan dengan peningkatan intensitas hujan.
* Volume Sampah: Jauh lebih banyak saat musim hujan dibandingkan waktu normal.
Masalah tumpukan sampah ini menjadi keluhan utama bagi masyarakat, terutama para pedagang yang bergantung pada kunjungan wisatawan di pinggir pantai. Pantai yang kotor jelas memengaruhi kenyamanan pengunjung dan secara langsung menurunkan omzet para pedagang di kawasan tersebut.
”Memang ini tantangan di musim hujan seperti ini. Kebersihan itu harus lebih kita tingkatkan,” ujar Cahya.
Dispar Mataram mengakui bahwa pengelola kawasan Loang Baloq tidak mampu mengatasi tumpukan sampah sebesar ini sendirian. Oleh karena itu, langkah gotong royong massal segera didorong sebagai solusi cepat.
* Sinergi Instansi: Dispar akan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membantu proses pengangkatan sampah yang masif.
* Pembersihan Rutin: Meskipun pembersihan sebelumnya (saat Festival Sunrise to Sunset) belum maksimal karena kendala cuaca, pembersihan akan dijadikan rutinitas harian.
* Perintah Pokdarwis: Cahya Samudra memastikan bahwa Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat telah diperintahkan untuk terus melakukan pembersihan secara rutin.
Meskipun tantangannya adalah sifat sampah yang datang berulang setiap hari, Kepala Dispar memastikan pembersihan akan terus dilakukan untuk menjaga kebersihan dan daya tarik pariwisata Mataram.