Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

DWP Dukcapil Door to Door Fasilitasi Akta Kelahiran dan KIA

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 3 Desember 2025 | 13:59 WIB
Hj. Asmulyani Mansur menyerahkan paket gizi sekaligus memastikan akta kelahiran dan KIA bagi balita rawan stunting di Kelurahan Dasan Cermen, Senin (1/12).
Hj. Asmulyani Mansur menyerahkan paket gizi sekaligus memastikan akta kelahiran dan KIA bagi balita rawan stunting di Kelurahan Dasan Cermen, Senin (1/12).


LombokPost
 – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Mataram menggelar layanan administrasi kependudukan door to door di Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya. Sebanyak 26 balita terindikasi stunting menjadi sasaran utama kegiatan ini.


Dipimpin langsung Ketua DWP Dukcapil Kota Mataram Hj. Asmulyani Mansur, tim membawa perangkat perekaman portabel untuk menerbitkan dan memperbarui Akta Kelahiran, Kartu Keluarga (KK), serta Kartu Identitas Anak (KIA) secara gratis di depan rumah warga.


“Kami ingin hadir langsung dan memastikan anak-anak ini mendapatkan perhatian yang layak,” ujar Asmulyani, Senin (1/12).


Menurutnya, banyak orang tua mengira akta kelahiran dan KIA baru diperlukan saat anak masuk sekolah. Padahal, dokumen tersebut menjadi syarat utama mengakses berbagai program pemerintah, termasuk intervensi stunting.


“Tanpa akta kelahiran dan KIA, anak tidak akan terbaca di sistem, program-program bagus dari pemerintah pusat maupun daerah tidak akan sampai ke anak tersebut,” tegasnya.


Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Mataram untuk memastikan data kependudukan anak rawan stunting tercatat lengkap.

“Perhatian pemerintah kota terhadap kesehatan anak adalah bagian penting dari pembangunan SDM berkualitas. Makanya kami dorong agar semua anak punya identitas resmi sejak dini,” tambahnya.


Kegiatan yang berlangsung hangat itu mendapat sambutan positif warga. Para ibu balita mengapresiasi kehadiran DWP Dukcapil yang tidak hanya mempermudah urusan dokumen, tetapi memberikan pemahaman baru tentang hak anak atas identitas.


Dengan kegiatan ini, DWP Dukcapil berharap angka stunting terus menurun sekaligus cakupan akta kelahiran dan KIA anak usia 0–17 tahun di Mataram mendekati 100 persen pada akhir 2025.

“Perempuan punya peran besar dalam keluarga, kalau ibu-ibu sudah paham pentingnya adminduk, generasi mendatang akan lebih terlindungi,” pungkasnya.

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#MENARI di KOLAM #Manager Hari Ini #Puskesmas #Dinas Kesehatan Mataram #layanan kesehatan