LombokPost – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan ekosistem Ekonomi Kreatif (Ekraf).
Melalui program terbarunya, dispar menyelenggarakan pelatihan khusus bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak di subsesektor tata rias (make up) dan hair do.
Program ini bertujuan memperkuat Ekraf berbasis fashion yang tumbuh pesat di Mataram.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra, Kamis (4/12), menjelaskan bahwa tata rias adalah pendukung utama subsektor fesyen memiliki keterkaitan yang erat.
"Sesuai tupoksi Dispar untuk mengembangkan Ekonomi Kreatif yang ada di Kota Mataram. Tata rias ini menjadi pendukung utama fesyen dan saling berkaitan erat," kata Cahya Samudra.
Pelatihan intensif ini digelar selama tiga hari penuh, mulai dari 2 hingga 4 Desember 2025, di salah satu hotel di Kota Mataram. Kegiatan ini diikuti oleh 35 pelaku UMKM tata rias dan salon yang tersebar di enam kecamatan. Peserta yang terlibat adalah pelaku usaha yang sudah lama beroperasi dan memiliki pasar, namun membutuhkan upgrade keterampilan.
Tujuan utama dari pelatihan ini adalah:
* Meningkatkan Kapasitas dan Kapabilitas: Peserta dibekali teknik make up dan hair do terbaru dari instruktur profesional.
* Membangun Jaringan Kuat: Membuka peluang-peluang usaha baru melalui relasi dan kolaborasi antar pelaku usaha.
* Dampak Ekonomi: Peningkatan kompetensi diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan ekonomi keluarga.
Fokus pada Skill Hingga Promosi Usaha
Materi yang disajikan dalam pelatihan ini dirancang holistik, tidak hanya berfokus pada teknis kecantikan, tetapi juga aspek bisnis dan pemasaran.
"Banyak ilmu yang didapat oleh peserta karena tidak hanya mengasah skill tapi juga mendapat trik atau tips dalam promosi dan relasi," terang Cahya Samudra.
Baca Juga: Pilih Mana AC Milan, Thiago Silva atau Sergio Ramos
Dispar Mataram sangat yakin bahwa penguatan subsektor kecantikan ini akan memberikan efek domino pada kemajuan ekonomi kreatif secara keseluruhan di Kota Mataram. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat subsektor kecantikan sebagai penopang subsektor fashion yang saling berkaitan erat.
Dispar berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang kolaborasi produktif bagi para pelaku usaha untuk membangun jaringan baru dan membuka peluang usaha yang lebih luas.