LombokPost – Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Isa Almasih Ampenan, Kota Mataram, memulai inisiatif baru dengan menggelar Ibadah Sabat perdana yang mengundang perwakilan dari sekitar 10 denominasi gereja lain di wilayah Ampenan dan Kota Mataram. Kegiatan ini bertujuan untuk memecah sifat eksklusif dan mempererat tali silaturahmi antar-umat Kristen.
Gembala Jemaat GMAHK Ampenan, Pendeta Eagle Angkouw, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis gereja untuk membuka diri.
"Tujuan utama kami adalah supaya gereja kami ini tidak bersifat eksklusif. Ini adalah upaya kami untuk mengikat hubungan silaturahmi dengan sahabat-sahabat dari beberapa gereja," ujar Pendeta Eagle.
Kegiatan yang baru pertama kali diadakan ini mendapat sambutan positif. Pendeta Eagle menyebut, perwakilan dari 10 denominasi gereja yang hadir menyatakan antusiasme tinggi dan berharap adanya kunjungan balasan di masa mendatang.
Baca Juga: Ada Pelangi Indonesia di Gereja Advent Ampenan
Inisiatif keterbukaan ini turut mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Kakanwil Kemenag NTB Zamroni Aziz yang hadir dalam acara tersebut, menilai kegiatan ini sebagai praktik nyata moderasi beragama.
"Hal seperti ini perlu menjadi contoh bagi umat atau gereja yang lain agar ada guyub seperti ini. Mudah-mudahan pertemuan ini bisa menjadi contoh. Kalau ketawa dan senyum, itulah moderasi," kata Zamroni Aziz, menyoroti suasana kekeluargaan yang tercipta.
Acara ini diinisiasi oleh generasi muda jemaat, salah satunya Gerard Robert Abram Wenas. Menurut Wenas, gereja harus menjadi agen pemersatu.
"Langkah ini adalah upaya untuk menghapus stigma eksklusif yang mungkin melekat pada kami. Kami berharap besar, kegiatan ini tidak hanya berhenti di kalangan gereja saja, tapi juga bisa menjangkau semua elemen masyarakat," jelas Wenas.
Selain Ibadah Lintas Denominasi, GMAHK Ampenan juga aktif menggelar kegiatan sosial, seperti bakti sosial, mengundang UMKM, hingga merayakan HUT RI sebagai bagian dari upaya gereja untuk berinteraksi dengan masyarakat luas.
Pendeta Eagle menjelaskan, bagi jemaat Advent, Ibadah Sabat dilaksanakan setiap hari Sabtu. Ibadah tidak hanya terbatas pada kebaktian di dalam gedung gereja, tetapi juga mencakup kegiatan pelayanan sosial, seperti menjenguk yang sakit, mendoakan yang berkesusahan, dan makan bersama.
Jemaat GMAHK diketahui memiliki perbedaan dalam perayaan hari besar. Mereka tidak merayakan Natal dan Paskah, karena tidak adanya catatan eksplisit mengenai tanggal perayaan tersebut dalam Kitab Suci mereka. Namun, mereka tetap melaksanakan perjamuan kudus sebagai teladan yang tertulis.
Pendeta Eagle menambahkan, "Kami meyakini dan mengimani bahwa Yesus itu pernah lahir di muka bumi, tetapi untuk tanggal 25-nya itu manusia yang buat."
Ibadah tutup tahun pada 31 Desember juga digelar sebagai ibadah ucapan syukur (thanksgiving) dan selalu diawali sebelum matahari terbenam, sesuai perhitungan hari dalam keyakinan GMAHK.