LombokPost — Komisi II DPRD Kota Mataram meminta Dinas Perdagangan (Disdag) tidak berhenti pada wacana dalam penanganan kebocoran retribusi pasar. Dorongan ini muncul setelah pemerintah kota menetapkan kenaikan target retribusi pasar menjadi Rp 750 juta pada 2026, padahal target tahun berjalan saja belum sepenuhnya tercapai.
Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram Irawan Aprianto, menilai langkah perbaikan internal yang dijanjikan disdag patut diapresiasi, tetapi harus diterjemahkan menjadi aksi nyata. “Artinya ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan serius,” ujarnya, Senin (8/12).
Menurut Irawan, disdag telah mengakui adanya kebocoran-kebocoran retribusi di sejumlah pasar tradisional. Kondisi ini yang selama bertahun-tahun disebut sebagai “rahasia umum” diyakini menjadi penyebab jarak antara potensi dan realisasi pendapatan.
“Selama ini kita tahu ada kebocoran di pasar, itu yang membuat target selalu jauh dari harapan,” kata politisi PKS ini.
Karena itu, ia menyambut baik komitmen Kepala Dinas Perdagangan yang baru untuk melakukan pembenahan internal. Termasuk menyasar titik-titik rawan penyimpangan, mulai dari petugas juru pungut hingga manajemen di tingkat kepala pasar.
Menurut Irawan, perbaikan bisa dimulai dari dua aspek: sistem pemungutan yang lebih transparan dan penataan ulang kewenangan petugas lapangan.
Digitalisasi pemungutan retribusi dinilai dapat membantu meminimalkan manipulasi. “Kalau memang ada indikasi kebocoran, titik-titik itu harus ditutup dengan mekanisme baru yang lebih terbuka,” ujarnya.
Ia menambahkan DPRD tidak mencari-cari kelemahan, melainkan memastikan uang publik dikelola dengan benar. “Ini kritik yang konstruktif. Kami ingin disdag sukses mencapai target, bukan terjebak pada pola lama,” tegasnya.
Komisi II, kata Irawan, siap memberikan dukungan penuh, baik berupa rekomendasi kebijakan, pengawasan politik, maupun pendalaman regulasi. Asalkan disdag menunjukkan keseriusan menjalankan pembenahan.
“Kalau perbaikan internal ini dijalankan secara tegas, saya yakin peningkatan target Rp 750 juta itu bukan hal yang mustahil. Namun harus dimulai sekarang, bukan nanti,” tutupnya.