LombokPost – Tahapan seleksi terbuka atau Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Mataram memasuki tahap krusial.
Saat ini, Pansel tengah merampungkan tahapan penulisan makalah dan presentasi ide dari seluruh peserta yang dinyatakan lolos administrasi.
Proses presentasi ini menjadi arena bagi para kandidat untuk memaparkan visi, ide, dan gagasan strategis mereka dalam memimpin Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan mensukseskan pembangunan Kota Mataram.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, menyampaikan bahwa tahapan wawancara dan presentasi makalah ini telah berakhir pada hari Sabtu (6/12).
Secara umum, Alwan mengakui adanya variasi kualitas yang signifikan dari gagasan yang disajikan oleh para pelamar.
Penilaian yang dilakukan Pansel difokuskan pada seberapa jauh ide tersebut dapat mensukseskan visi dan misi Wali Kota Mataram hingga tahun 2029, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
"Artinya ya plus minus ya. Ada yang sudah sangat siap sekali, memberikan kita data-data, memberikan argumentasi. Tulisannya cukup bagus. Dan ada yang memang sekadar cukup-cukupan lah, mungkin karena baru ikut pertama jadi persiapannya belum begitu matang," terang Sekda.
Meski banyak gagasan yang disampaikan, Sekda Mataram mengakui ada beberapa ide yang dinilai terlalu jauh dari konteks dan realistis untuk diterapkan di Kota Mataram.
Pansel menginginkan ide yang berimbang dan terukur, mempertimbangkan aspek Sumber Daya Manusia (SDM), anggaran yang tersedia, dan cara pencapaiannya di lapangan.
"Pokoknya ada idenya yang tidak sesuai, hanya keinginan saja. Tapi kemampuan seperti apa, kan belum tahu," ungkapnya.
Baca Juga: Pansel JPTP Mataram Diperpanjang! Dua Posisi Strategis Masih Kekurangan Pelamar
Tahapan presentasi ini, lanjut Alwan, barulah penilaian ide secara administrasi dan belum menjadi penilaian final. Ia juga membenarkan bahwa banyak peserta yang kurang siap, bahkan ada yang tidak bisa menjawab pertanyaan panelis dengan baik.
Setelah tahap makalah dan presentasi selesai, para peserta akan dihadapkan pada ujian yang lebih berat, yaitu tahap asesmen.
"Ini kan baru makalah. Besok kita lihat, bagaimana dia ketika nanti mampu enggak secara psikis. Diberikan dia pekerjaan yang bermasalahan, pas asesmen," jelasnya.
Tahapan asesmen ini dijadwalkan mulai Senin hingga Selasa, 8 sampai 10 Desember, bertempat di Provinsi NTB.
Di tahap asesmen ini, para peserta akan diuji kemampuan manajerial dan penyelesaian kasus (studi kasus) di lapangan, menguji kemampuan mereka saat menghadapi permasalahan nyata dalam pekerjaan.
Editor : Siti Aeny Maryam