LombokPost — Dinas Sosial Kota Mataram mengadakan pelatihan pengolahan makanan bagi warga miskin dan kurang mampu. Langkah ini sebagai bagian dari upaya menekan angka kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi.
Pelatihan berlangsung tiga hari pada 19–21 November 2025, di Hotel Puri Indah Mataram, diikuti 20 peserta dari seluruh kecamatan. “Pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya dengan bantuan sosial. Warga harus dibekali keterampilan yang bisa mereka gunakan membuka usaha,” kata Plt Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Drs. Lalu Samsul Adnan, Rabu (3/12).
Ia menegaskan langkah ini merupakan komitmen pemerintah menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat keluarga. Peserta yang hadir merupakan warga miskin/kurang mampu yang telah melalui proses seleksi berbasis minat dan motivasi dalam bidang kuliner.
Baca Juga: Dewan NTB Dorong DBH-CHT untuk Petani Tembakau dan Warga Miskin
“Jumlah peserta sengaja dibatasi agar proses pendampingan dapat berlangsung optimal,” terangnya.
Menurut Samsul, pendekatan tersebut diyakini lebih efektif. “Kami ingin pelatihan ini tepat sasaran, jumlah yang terfokus, materi bisa diserap lebih baik dan peluang keberhasilan usaha semakin besar,” katanya.
Selama pelatihan, peserta dibimbing seorang chef profesional dengan pengalaman panjang di industri makanan dan minuman. Materi yang diberikan mencakup teknik dasar pengolahan makanan, standar kebersihan, inovasi resep, pemanfaatan bahan lokal, sampai pengaturan cita rasa sesuai selera pasar.
Para peserta dibekali pengetahuan tentang pembiayaan usaha dan pemasaran. Mereka mempelajari cara menghitung modal, menetapkan harga jual, membuat kemasan menarik, hingga strategi pemasaran sederhana.
“Pelatihan ini membentuk pola pikir usaha,” jelasnya.
Selain keterampilan teknis, peserta diajak memahami peluang pasar serta pentingnya kreativitas dalam merancang produk kuliner yang memiliki nilai jual. Suasana pelatihan yang interaktif membuat peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi.
Mendukung langkah awal mereka membuka usaha, Dinas Sosial membagikan bantuan alat dan bahan pengolahan makanan di hari terakhir. Bantuan ini diharapkan menjadi stimulus agar peserta langsung menerapkan ilmu yang diperoleh.
Samsul menargetkan kegiatan pemberdayaan berbasis keterampilan seperti ini digelar secara berkala. Pemerintah berharap semakin banyak keluarga miskin yang dapat keluar dari jerat kemiskinan melalui usaha mandiri.
“Harapan kami, apa yang dipelajari dalam tiga hari ini benar-benar menjadi bekal bagi mereka untuk meningkatkan pendapatan keluarga dan berkontribusi pada ekonomi kota,” tutupnya.
Baca Juga: Wali Kota Bima Terbitkan Perwal PKH Daerah, Sasar Warga Miskin Non-Bansos Pusat
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin