YOGYAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pesan yang tak bisa ditawar: kepala daerah harus berdiri paling depan sebagai teladan integritas.
Dan pada puncak HAKORDIA 2025 di Yogyakarta, Kota Mataram dengan skor 91,85, kategori istimewa, dipanggil untuk mengambil peran itu. “Teladan harus datang dari pucuk pimpinan. Integritas itu menular ketika pemimpinnya menjadi sumber keteladanan,” kata Ketua KPK RI Setyo Budiyanto, menekankan arah baru strategi nasional pemberantasan korupsi, seperti rilis yang diterima Lombok Post, Selasa (9/12).
Pesan itu menjadi sorotan menarik. Bukan sekadar seremoni kentongan yang ditabuh bersama Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, Wali Kota Blitar, dan Bupati Minahasa Tenggara.
Baca Juga: Tips Meningkatkan Etika dan Literasi Digital Agar Tetap Aman di Dunia Maya
KPK ingin para pemimpin yang mendapat skor tinggi tampil sebagai rujukan, bukan hanya menerima penghargaan. Mataram masuk spotlight setelah melalui supervisi enam bulan oleh Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK.
Skor 91,85 bukan hanya angka; itu indikator kota ini berada di barisan atas integritas daerah.
Setyo menyebut kesenjangan nasional masih lebar. “Indeks Integritas Nasional 2025 berada di angka 72,32. Kesenjangan ini harus dijembatani,” ujarnya.
Bagi KPK, cara menjembatani itu jelas: daerah berpredikat istimewa seperti Mataram wajib menjadi referensi nasional.
Mataram mendapat perhatian khusus karena inovasi layanannya tidak hanya digital, tetapi juga empatik. Layanan akta kematian otomatis menjadi contoh bagaimana birokrasi bisa tetap manusiawi sekaligus menutup celah gratifikasi dan pungli.
Bagi KPK, inovasi seperti ini harus menyebar. Daerah lain harus belajar dari praktik yang telah terbukti.
Bukan Lagi Sekadar Penerima Penghargaan
Dengan predikat percontohan, KPK menempatkan Mataram dan dua daerah lain dalam posisi strategis: menjadi ladang belajar bagi Indonesia.
Daerah berintegritas tinggi dianggap sebagai akselerator untuk menutup gap nasional yang masih tertinggal.
“Integritas menular. Jika daerah terbaik menjadi rujukan, percepatan nasional bisa dicapai,” ucapnya.
Mohan: Siap Berbagi, Siap Diawasi
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menyambut penugasan moral dari KPK itu dengan sikap terbuka.
“Bersyukur dan bangga… skor 91,85 ini hasil kolaborasi menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.
Ia menyatakan Mataram tidak hanya siap mempertahankan standar, tetapi juga siap berbagi pengalaman. “Integritas adalah proses panjang. Kami terus memperbaiki sistem dan memperkuat pengawasan,” imbuhnya.
Baca Juga: Warga Aceh Tamiang Mandi dan Mencuci Pakai Air Sisa Banjir, Stok Obat Habis, Kesehatan Pengungsi Terancam