Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Solidaritas Ojol Lombok, Matikan Aplikasi 3 Hari, Galang Donasi Puluhan Juta untuk Korban Bencana Sumatera

Sanchia Vaneka • Rabu, 10 Desember 2025 | 22:46 WIB

 

Penyaluran bantuan dari ojol Lombok kepada korban bencana Sumatera
Penyaluran bantuan dari ojol Lombok kepada korban bencana Sumatera

LombokPost - Para pengemudi ojek online (Ojol) se-Lombok melakukan aksi kemanusiaan dengan mematikan sementara aplikasi mata pencaharian mereka selama tiga hari penuh.

Pengorbanan ini menghasilkan donasi sebesar Rp 29.038.000, bukti nyata kepedulian masyarakat Lombok untuk korban bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. 

Panas terik jalanan Kota Mataram selama tiga hari terakhir menjadi saksi sebuah aksi mulia yang digerakkan oleh para pengemudi ojek online (Ojol) di Lombok. Bukan untuk mengejar order demi rupiah, melainkan untuk sebuah panggilan kemanusiaan. 

Mereka, yang tergabung dalam berbagai komunitas Ojol se-Lombok, rela mematikan aplikasi dan menukar waktu mencari nafkah dengan turun ke jalan, menggalang dana demi meringankan beban saudara sebangsa di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat yang baru saja dilanda bencana.

Baca Juga: Anggaran Santunan Kematian Mataram Menyusut Jadi Rp 500 Juta di 2026

Aksi solidaritas ini mencapai puncaknya, ketika perwakilan komunitas Ojol Lombok secara resmi menyerahkan total donasi yang berhasil dihimpun, sebesar Rp 29.038.000, kepada lembaga yang akan menyalurkannya.

Momen penyerahan donasi ini bukan sekadar serah terima uang, melainkan penegasan bahwa jiwa solidaritas anak bangsa melampaui batas geografis.

Budi Santoso, Ketua Komunitas Ojol Lombok yang menjadi juru bicara aksi ini, berdiri tegap di hadapan perwakilan lembaga penyalur. Matanya memancarkan kebanggaan sekaligus haru saat memegang spanduk bertuliskan nominal donasi yang fantastis itu.

“Terima kasih banyak kepada semua lembaga yang telah membantu mengcover semua. Ini adalah kali kedua kami melakukan penggalangan dana setelah yang pertama di Cianjur,” ujarnya.

“Yang sekarang ini, kami tujukan untuk teman-teman kita di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Kami lakukan ini, kenapa? Karena ini adalah bentuk solidaritas dan kepedulian kami sebagai sama-sama anak bangsa,” tambahnya. 

Budi menjelaskan, penggalangan dana ini bukanlah pekerjaan mudah. Selama tiga hari, mereka berkomitmen penuh. Keputusan untuk mematikan aplikasi dan meninggalkan sementara waktu mencari orderan adalah pengorbanan. Bagi seorang Ojol, sehari tanpa order berarti sehari tanpa penghasilan. Namun, demi kemanusiaan, perhitungan materi itu dikesampingkan.

 Baca Juga: Gerak Cepat Masjid Nurul Islam Leneng: Rp 10 Juta Lebih Disalurkan untuk Korban Banjir Sumatera

“Kami turun ke jalan selama tiga hari. Kami matikan aplikasi, kami tinggalkan orderan demi untuk teman-teman di Sumatera. Tujuannya hanya satu, karena kami ingin meringankan beban mereka,” tegas Budi.

Penggalangan dana ini dilakukan terpusat di Kota Mataram. Budi mengungkapkan, mereka mengandalkan jaringan komunitas Ojol untuk menggerakkan massa, meskipun tidak semua anggota bisa turun secara fisik karena harus tetap melayani orderan yang menjadi urat nadi penghidupan mereka. 

“Kami sampaikan di grup ketua komunitas, dan masing-masing ketua komunitas sampaikan di grupnya. Kami tidak bisa pastikan berapa anggota yang hadir. Berapapun yang turun, kami terima kasih. Kalaupun dia tidak bisa turun, kami paham, karena mereka kan lagi menarik orderan,” jelasnya.

Poin penting yang ditekankan Budi adalah, donasi sebesar puluan juta ini bukan sepenuhnya berasal dari kantong para Ojol. Aksi mereka di jalanan telah menggerakkan hati nurani warga Lombok. Para pengemudi Ojol ini memposisikan diri sebagai kurir kebaikan, perpanjangan tangan masyarakat Lombok yang ingin membantu korban bencana.

Baca Juga: Legislator NTB Efan Limantika Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Lahan di Dompu

“Kami kepingin donasi itu bisa dilihat oleh masyarakat. Jadi, kami ingin menyampaikan bahwa donasi itu bukan hanya dari Ojol, tapi dari teman-teman, dari warga masyarakat yang peduli. Kami hanya perantaranya,” kata Budi dengan rendah hati.

Alasan mereka memilih lembaga penyalur tertentu pun bukan tanpa perhitungan. Budi dan tim telah melakukan survei ke beberapa lembaga untuk memastikan donasi mereka tersalurkan dengan baik dan transparan.

“Harapan kami, kami tuju ke sini karena kami sudah survei ke beberapa lembaga dan kebetulan di sini, Alhamdulillah, pas momennya untuk pelepasan. Jadi, selain donasi itu bisa tersalurkan, donasi juga bisa dipublikasikan,” tandasnya. 

 

Editor : Marthadi
#Banjir Sumatera 2025 #Sumatera #ojol #galang donasi #Mataram