LombokPost – Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Kota Mataram, tidak perlu khawatir akan kelangkaan gas Elpiji 3 Kilogram atau "gas melon" menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) NTB telah mengambil langkah proaktif dengan memastikan ketersediaan stok Elpiji 3 Kg aman melalui kebijakan extra dropping sebesar 50 persen dari jatah reguler.
Kebijakan ini merupakan langkah antisipatif untuk memenuhi lonjakan kebutuhan rumah tangga dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) selama masa hari besar keagamaan.
Ketua Hiswana Migas NTB Dwi Aquareza Nurachman menjamin bahwa pihaknya siap melaksanakan penyaluran dan memastikan ketersediaan barang di lapangan.
"Kami sebagai pelaksana, Hiswana Migas, teman-teman sudah siap melaksanakan dan menjamin ketersediaan barang. Harga di pangkalan juga harus sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir," kata Aquareza.
Baca Juga: Pertamina Digital Hub Jamin Ketahanan Energi Nasional, Pastikan Pasokan BBM dan Elpiji dari Hulu ke Hilir Aman Secara Real Time
Penambahan alokasi sebesar 50 persen ini bersifat situasional dan rutin dilakukan setiap tahun. Permintaan extra dropping ini telah diajukan kepada Pertamina melalui Biro Ekonomi Provinsi NTB. Penambahan 50% ini berlaku merata untuk seluruh kabupaten/kota di NTB.
Meskipun stok dipastikan aman, Hiswana Migas mewaspadai potensi panic buying yang sering muncul menjelang hari besar. Fenomena ini dikhawatirkan dapat memicu isu kenaikan harga yang tidak sesuai ketentuan.
"Kekhawatiran kita kalau sudah ada isu-isu harga naik, pasti ada panic buying. Padahal sebenarnya kebutuhannya tidak sebanyak itu," jelasnya.
Untuk menjaga stabilitas penyaluran, Hiswana Migas mengimbau agar agen dan pangkalan memperketat pengawasan. Aturan pembelian pun ditegakkan:
Aquareza menegaskan, saat ini penyaluran di lapangan masih lancar dan harga sesuai HET. Pihaknya memastikan selama masa Satuan Tugas (Satgas) Nataru, yaitu 15 hari sebelum sampai dengan 15 hari setelah Tahun Baru, stok akan tetap terjaga.
Kepala Bidang (Kabid) Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida menambahkan, extra dropping akan dilakukan sesuai kuota per pangkalan.
Kuota reguler gas elpiji 3 Kg per Kota Mataram adalah 18.054 metrik ton, serta didukung oleh 11 agen dan 357 pangkalan.
"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Ketersediaan kita pasti aman," tutup Sri Wahyunida.
Editor : Jelo Sangaji