LombokPost — Kota Mataram kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah paling progresif di Indonesia. Ibu Kota Provinsi NTB itu berhasil meraih Innovation Government Award (IGA) 2025 untuk Kategori Klaster Kota Sangat Inovatif, sebuah pengakuan nasional atas konsistensi pemerintah daerah dalam mendorong lahirnya inovasi berbasis kebutuhan nyata masyarakat.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, Digitalisasi Pemerintah, dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri pada Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN), David Yama, kepada Kepala BRIDA Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, yang mewakili Pemerintah Kota Mataram. Penganugerahan berlangsung di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Rabu (10/12).
Capaian ini bukan yang pertama bagi Kota Mataram. Namun, penghargaan tahun ini dinilai semakin menegaskan arah pembangunan kota yang menjadikan masalah sebagai titik tolak lahirnya solusi, bukan sebagai penghambat. Berbagai keterbatasan di bidang pelayanan publik, tata kelola, hingga ekonomi masyarakat justru dijadikan ruang eksperimentasi kebijakan yang terukur dan berdampak.
Melalui pendekatan kolaboratif lintas perangkat daerah, akademisi, komunitas, hingga pelaku usaha, pemkot terus mendorong inovasi yang tidak berhenti pada tataran gagasan. Inovasi diarahkan untuk menjawab persoalan konkret: mempercepat layanan, memangkas birokrasi, meningkatkan transparansi, serta memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan dasar dan peluang ekonomi.
I Nyoman Suwandiasa menjelaskan, raihan IGA Award 2025 merupakan hasil dari kerja kolektif yang konsisten dijalankan seluruh perangkat daerah. “Inovasi bukan sekadar ide yang tertulis di atas kertas. Yang terpenting adalah bagaimana inovasi itu diimplementasikan dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Minggu (14/12).
Menurutnya, peran BRIDA tidak hanya sebatas sebagai pengumpul inovasi, tetapi juga sebagai penggerak ekosistem inovasi daerah. Mulai dari mendorong budaya berpikir solutif di internal birokrasi, hingga memastikan setiap inovasi selaras dengan kebutuhan lapangan dan arah pembangunan kota.
Wali Kota Mataram turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan, penghargaan ini menjadi bukti transformasi pemerintahan tidak selalu harus dimulai dari kebijakan besar, melainkan dari keberanian merespons persoalan sehari-hari dengan cara yang lebih cerdas dan adaptif.
Capaian IGA Award 2025 juga dipandang sebagai modal penting bagi Kota Mataram untuk terus bergerak sebagai kota yang kreatif, tangguh, dan berdaya saing di tengah dinamika perubahan zaman. Tantangan urban seperti kepadatan penduduk, tuntutan layanan publik yang cepat, serta perubahan pola ekonomi masyarakat justru menjadi ruang pembelajaran untuk melahirkan terobosan baru.
Dengan pengakuan di tingkat nasional ini, pemkot menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemerintahan yang modern, responsif, dan semakin dekat dengan kebutuhan warga. “Penghargaan ini menjadi pemacu bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan inovasi yang lebih berdampak,” pungkasnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin