Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dekranasda Mataram Targetkan Enam Kampung Batik di 2026

Sanchia Vaneka • Sabtu, 20 Desember 2025 | 15:15 WIB

 

Dekranasda Mataram
Dekranasda Mataram



LombokPost
– Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Mataram terus memperkuat posisinya sebagai inkubator ekonomi kreatif.

Di bawah kepemimpinan Kinnastri Roliskana, lembaga ini menargetkan pembentukan enam kampung batik yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Mataram pada tahun 2026.

Langkah ambisius ini merupakan bagian dari upaya transformasi Dekranasda dari sekadar wadah pajangan menjadi motor penggerak UMKM yang mampu bersaing hingga ke pasar internasional, termasuk Melbourne, Australia.


Mewujudkan Satu Kecamatan Satu Kampung Batik

Ketua Dekranasda Kota Mataram, yang akrab disapa Bunda Kikin, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk menghidupkan kembali marwah kerajinan lokal.

Saat ini, dua kecamatan yaitu Kecamatan Mataram dan Kecamatan Selaparang sudah mulai aktif memproduksi batik.

"Tahun ini pelatihan sudah berjalan. Target kami di 2026 nanti, setiap kecamatan minimal memiliki 10 hingga 20 pembatik aktif yang berproduksi secara berkelompok," ujar Bunda Kikin saat peresmian Grand Opening Galeri Dekranasda. 


Baca Juga: Omzet Ratusan Juta, Gallery Dekranasda Mataram Buktikan Karya Lokal Punya Daya Saing


Pemerintah akan memberikan stimulan berupa pelatihan intensif dan bantuan alat membatik bagi empat kecamatan lainnya agar ekosistem kerajinan ini merata di seluruh wilayah kota.

Selain fokus pada batik, Dekranasda juga berhasil mengidentifikasi penenun asli Kota Mataram yang selama ini belum terekspos.

Hal ini sekaligus menepis anggapan bahwa Mataram tidak memiliki aset tenun seperti kabupaten lain di Pulau Lombok.

Ke depan, Dekranasda berencana mengembangkan Tenun Mataram dengan sentuhan modern.

"Kami akan modifikasi dengan tetap menjaga pakem Sasak, namun dikombinasikan dengan motif khas kita seperti Motif Sangkareang," tambah Bunda Kikin.

Salah satu daya tarik utama Galeri Dekranasda Kota Mataram adalah komitmennya terhadap harga yang terjangkau.

Galeri ini hanya mengambil margin keuntungan maksimal Rp 2.000 per produk.

* Omzet 2024: Mencapai Rp 215,8 juta.
* Jumlah Mitra: Mewadahi 16 UMKM kriya dan 30 UMKM kuliner pilihan.
* Keunggulan: Produk langsung dari tangan perajin, menjadikannya pusat oleh-oleh termurah di Mataram.

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Dekranasda.

Ia berharap lembaga ini menjadi etalase identitas kota sekaligus standar bagi pengembangan UMKM di wilayahnya.

"Dekranasda harus terus menjadi wadah yang membantu UMKM untuk berkembang, bersinergi, dan naik kelas secara kualitas," tegas Mohan.

Menghadapi tantangan pasar ke depan, Dekranasda kini mulai memacu pemasaran digital dan kolaborasi dengan komunitas kreatif untuk memastikan produk lokal Mataram tetap eksis dan berdaya saing global.

Editor : Kimda Farida
#dekranasda #Mataram