LombokPost – Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, menegaskan komitmennya untuk membawa Kota Mataram menjadi kota yang modern namun tetap memiliki akar budaya yang kuat.
Melalui serangkaian kebijakan strategis, Pemerintah Kota Mataram kini fokus pada penguatan City Branding yang menyatukan antara pembangunan fisik, ekonomi kreatif, dan diplomasi budaya.
Gerbang Selatan Sangkareang: Simbol Mataram Futuristik
Dalam penyampaiannya, Wali Kota menekankan bahwa ikon baru Gerbang Selatan Sangkareang bukan sekadar bangunan fisik.
Gerbang ini adalah manifestasi dari visi kota yang menghargai sejarah sekaligus menatap masa depan.
"Gerbang Sangkareang adalah titik temu antara identitas lokal kita dengan semangat futuristik. Ini adalah simbol komitmen kami bahwa kemajuan kota tidak boleh meninggalkan jati diri Sangkareang yang luhur," ujar H. Mohan Roliskana.
Kebijakan Strategis: Dari Regulasi ke Kesejahteraan UMKM
Pemerintah Kota tidak hanya membangun simbol, tetapi juga menyusun ekosistem pendukung melalui policy alignment (penyelarasan kebijakan) yang konkret:
Pembinaan UMKM & Fasilitasi Promosi: Melalui regulasi khusus, produk turunan motif Sangkareang seperti batik, bros, hingga desain arsitektur kini mendapatkan jalur distribusi yang lebih luas.
Panggung Internasional: Pemerintah secara aktif memfasilitasi pelaku industri kreatif untuk tampil di pameran nasional hingga internasional guna memperkuat reputasi produk lokal Mataram.
Diplomasi Budaya: Motif Sangkareang kini wajib hadir dalam setiap kegiatan resmi pemerintahan, promosi wisata, hingga menjadi buah tangan dalam agenda diplomasi budaya.
Membangun Ekosistem yang Berkelanjutan
Menurut Mohan, keberhasilan pembangunan diukur dari sejauh mana budaya lokal mampu menghidupi masyarakatnya. Dengan adanya dukungan pemasaran dan penguatan merek kota, produk-produk asli Mataram kini memiliki nilai tawar yang tinggi.
"Kita ingin menciptakan ekosistem di mana budaya menjadi motor penggerak ekonomi. Ketika fisik kota terbangun dan ekonomi kreatif bergerak dalam satu irama, maka identitas Mataram akan tetap stabil dan berkelanjutan bagi generasi mendatang," pungkasnya.
Editor : Kimda Farida