Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Peran Istri Jadi Kunci Kinerja ASN, Dinkes Mataram Beri Apresiasi Seminar

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 7 Januari 2026 | 09:19 WIB
dr. Emirald Isfihan
dr. Emirald Isfihan

 

LombokPost — Dinas Kesehatan Kota Mataram mengapresiasi dan mendukung penuh pelaksanaan seminar yang digagas Dharma Wanita Persatuan Kota Mataram bersama Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kota Mataram. Kegiatan ini menghadirkan pakar untuk membahas penguatan peran istri dalam mendukung kinerja suami sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. Emirald Isfihan menilai seminar tersebut sebagai inisiatif strategis karena menyentuh aspek mendasar yang berpengaruh langsung terhadap kualitas pelayanan publik, yakni keharmonisan keluarga ASN.

Menurut dr. Emirald, peran istri tidak hanya sebatas memberi dukungan, tetapi juga memahami posisi dan batasan suami sebagai ASN. Kesamaan persepsi ini dinilai penting agar tidak muncul tuntutan berlebihan yang justru dapat berdampak negatif terhadap integritas dan kinerja suami.

"Pak Wali Kota selalu mengingatkan bahwa ASN memiliki batasan-batasan tertentu. Ini juga perlu dipahami oleh pasangan. Persepsi harus disamakan agar tidak ada tekanan yang berlebihan,” ujarnya, Rabu (6/1).

Ia menambahkan, selain peran istri, seminar tersebut juga menekankan pentingnya keterbukaan suami kepada pasangan. Komunikasi yang jujur dinilai mampu mencegah persoalan pribadi merembet ke ranah pekerjaan.

“Banyak masalah kinerja berawal dari persoalan rumah tangga yang tidak dikomunikasikan dengan baik. Padahal, keterbukaan justru akan memudahkan istri memberi dukungan yang tepat,” katanya.

dr. Emirald menegaskan, produktivitas ASN yang dimaksud bukan semata-mata soal output, melainkan kualitas pelayanan publik. ASN yang bekerja dengan kondisi psikologis stabil dan keluarga yang harmonis diyakini mampu melayani masyarakat secara lebih profesional.

“Kalau ASN datang bekerja dengan perasaan tenang dan gembira karena tidak ada masalah di rumah, pelayanan kepada masyarakat tentu akan jauh lebih baik. Di sektor kesehatan, ini sangat terasa karena kondisi mental petugas berpengaruh langsung pada pelayanan pasien,” jelasnya.

Ia juga menyoroti korelasi kuat antara dukungan pasangan dan kesehatan mental ASN. Menurutnya, kesehatan mental tidak hanya dipengaruhi faktor individu, tetapi juga lingkungan terdekat, terutama keluarga.

“Lingkungan paling dekat itu pasangan. Dukungan istri sangat menentukan kesehatan mental suami, agar tidak mendapat tekanan berlebihan,” ujarnya.

Beban kerja yang tinggi, lanjut Emirald, akan semakin berisiko jika disertai tekanan dari rumah. Karena itu, keluarga diharapkan menjadi ruang aman bagi ASN untuk memulihkan energi psikologis sebelum kembali melayani publik.

Secara empiris, ia menilai ASN dengan rumah tangga harmonis cenderung memiliki kinerja yang lebih stabil dan fokus, meskipun hal tersebut tidak selalu tercatat dalam data statistik formal.

“Di lapangan kita lihat sendiri, ASN yang keluarganya harmonis biasanya lebih tenang, lebih profesional, dan lebih konsisten dalam bekerja. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #dwp #Dikes #ASN #Emirald Isfihan