MATARAM – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mulai memperketat pengawasan penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sebagai langkah nyata, Dinas Perdagangan (Disdag) Mataram membuka layanan penukaran tabung gas 3 kg (gas melon) ke Bright Gas non-subsidi di Lapangan Sangkareang.
Langkah ini merupakan implementasi dari Surat Edaran (SE) Gubernur NTB yang melarang seluruh abdi negara menggunakan barang subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin.
Baca Juga: Pertamina Tambah 80 Ribu Tabung Elpiji 3 Kg untuk Long Weekend Isra Miraj di NTB
Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Irwan Harimansyah, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema khusus untuk memudahkan ASN beralih ke elpiji non-subsidi. Hingga Senin (26/1), tercatat puluhan ASN telah mulai melakukan penukaran.
"Kami siap mengakomodir seluruh ASN yang ingin beralih. Layanan resmi sudah dibuka di Lapangan Sangkareang," ujar Irwan.
Untuk menarik minat para pegawai, Disdag memberikan harga promo khusus yang jauh lebih murah dibanding harga pasar normal:
* Tukar ke Bright Gas 5,5 kg: Cukup membawa 2 tabung kosong 3 kg dan menambah biaya Rp 45.000 (sudah termasuk isi).
* Tukar ke Bright Gas 12 kg: Dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 200.000.
Meskipun respons awal dianggap positif, Kabid Bapokting Disdag Mataram, Sri Wahyunida, mengakui bahwa jumlah partisipan pada hari pertama masih minim.
Dari sekitar 6.000 ASN di lingkup Pemkot Mataram, baru sekitar 30-an orang yang melakukan penukaran.
Beberapa kendala yang teridentifikasi antara lain:
* Kurangnya Sosialisasi: Banyak ASN yang baru mengetahui program ini di hari pelaksanaan.
* Durasi Layanan: Waktu operasional yang hanya sampai pukul 11.00 WITA membuat banyak ASN tidak sempat membawa tabung dari rumah.
* Logistik: ASN yang sibuk kesulitan membawa tabung fisik ke lokasi.
Bagi ASN yang tidak sempat hadir di Lapangan Sangkareang, Pemkot Mataram menyarankan penggunaan layanan Pertamina 135.
* Kelebihan: Tabung diantar langsung ke rumah.
* Kekurangan: Menggunakan harga normal (tidak mendapatkan harga promo khusus Sangkareang).
Guna memastikan seluruh ASN menaati aturan non-subsidi, layanan penukaran di Lapangan Sangkareang direncanakan akan beroperasi rutin setiap hari Senin.
Selain itu, ASN tetap diimbau untuk melakukan penukaran secara mandiri di agen-agen resmi Pertamina.
"Jika minggu depan dibuka lagi secara rutin, kemungkinan yang datang akan jauh lebih banyak karena mereka bisa bersiap membawa tabung dari rumah," pungkas petugas stan, Desak.
Editor : Kimda Farida