LombokPost – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Moh. Ruslan Kota Mataram segera membuka layanan vaksinasi internasional sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan yang menyesuaikan kebutuhan mobilitas global masyarakat. Layanan ini ditujukan bagi warga yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri, baik untuk ibadah haji dan umrah, perjalanan internasional, pendidikan, pekerjaan, maupun sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram dr. Hj. Eka Nurhayati, mengatakan layanan vaksinasi internasional ini dirancang memberikan kemudahan akses bagi masyarakat NTB yang selama ini harus ke luar daerah untuk mendapatkan layanan serupa. “RSUD H. Moh. Ruslan berkomitmen menghadirkan layanan vaksinasi internasional agar masyarakat tidak perlu lagi keluar daerah hanya untuk memenuhi persyaratan vaksin perjalanan,” ujar dr. Eka Nurhayati, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, layanan vaksinasi internasional berbeda dengan vaksinasi rutin karena berkaitan langsung dengan persyaratan kesehatan negara tujuan. Di samping itu penerbitan dokumen resmi berupa International Certificate of Vaccination or Prophylaxis (ICVP) atau yang dikenal sebagai buku kuning.
“Dokumen ini menjadi bukti sah bahwa seseorang telah menerima vaksin tertentu sesuai standar internasional. Karena itu, akurasi pencatatan dan validitas data menjadi hal yang sangat kami perhatikan,” tekannya.
Dr. Eka menyebutkan, sejumlah jenis vaksin yang direncanakan tersedia dalam layanan tersebut. Antara lain vaksin meningitis yang wajib bagi jamaah haji dan umrah, vaksin polio, vaksin tifoid, vaksin hepatitis A dan B, vaksin influenza, hingga vaksin rabies.
Untuk rute tertentu, juga memungkinkan tersedia vaksin demam kuning (yellow fever). “Jenis vaksin akan disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan dan ketentuan negara tujuan. Masyarakat bisa berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mendapatkan vaksin,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran layanan ini juga merupakan respons terhadap meningkatnya mobilitas internasional warga NTB. Baik untuk keperluan ibadah, pendidikan, pariwisata, maupun ketenagakerjaan.
“Mobilitas global semakin tinggi. Rumah sakit daerah harus mampu mengikuti dinamika tersebut agar masyarakat terlayani dengan baik,” tegasnya.
Dari sisi fasilitas, RSUD H. Moh. Ruslan telah menyiapkan ruang layanan khusus vaksinasi internasional. Termasuk sistem penyimpanan vaksin dengan standar rantai dingin (cold chain) untuk menjaga mutu dan keamanan vaksin.
“Kami akan memastikan seluruh proses, mulai dari penyimpanan, distribusi, hingga pemberian vaksin, mengikuti standar yang berlaku,” tekannya.
Terkait pembiayaan, dr. Eka menjelaskan secara umum layanan vaksinasi internasional bersifat mandiri atau berbayar, karena tidak termasuk dalam cakupan layanan yang ditanggung BPJS Kesehatan.
“Untuk vaksinasi internasional, mekanismenya adalah layanan mandiri. Namun kami akan mengupayakan tarif yang rasional dan terjangkau,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan calon jamaah haji dan umrah tetap diwajibkan memiliki kepesertaan BPJS aktif sebagai bagian dari jaminan kesehatan. Meskipun biaya vaksin perjalanan tidak ditanggung BPJS.
“BPJS tetap penting sebagai perlindungan kesehatan secara umum,” jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Eka menyebut layanan ini juga akan mendukung program pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. “Kami tidak hanya kuat di layanan kuratif, tetapi juga preventif dan promotif, termasuk dalam konteks kesehatan perjalanan,” ucapnya.
Ia berharap keberadaan layanan vaksinasi internasional dapat menjadi salah satu layanan unggulan rumah sakit. Sekaligus memperkuat citra RSUD H. Moh. Ruslan sebagai rumah sakit rujukan yang terus berinovasi.
“Ke depan, kami akan terus mengembangkan layanan-layanan lain yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
RSUD H. Moh. Ruslan saat ini tengah mematangkan aspek teknis, termasuk ketersediaan vaksin, alur pelayanan, serta sistem pendaftaran. Jadwal operasional dan informasi detail mengenai jenis vaksin serta tarif layanan akan diumumkan kepada publik dalam waktu dekat.
“Target kami, saat layanan ini resmi dibuka, masyarakat sudah mendapatkan informasi yang jelas dan mudah diakses,” pungkasnya.