LombokPost - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Mataram tengah menggodok rencana besar untuk meningkatkan layanan literasi bagi warga ibu kota.
Tak tanggung-tanggung, instansi yang berada di Jempong ini berencana menambah jam operasional hingga hari Minggu guna mengakomodasi tingginya antusiasme pengunjung yang sulit meluangkan waktu di hari kerja.
“Banyak masukan supaya hari Minggu itu dibuka. Ini sementara masih kami pikirkan dan godok matang-matang,” kata Kepala Diarpus Kota Mataram M. Carnoto.
Carnoto mengatakan, rencana ini berangkat dari banyaknya masukan masyarakat yang menginginkan perpustakaan tetap beroperasi di akhir pekan.
Selama ini, jam operasional perpustakaan mengikuti ritme kerja kantor, yakni Senin hingga Sabtu.
“Rencananya, kalau nanti terealisasi, hari Minggu akan buka sampai pukul 13.00 WITA, sama seperti jadwal hari Sabtu,” terangnya.
Baca Juga: Perpustakaan Kota Mataram Anggarkan Rp 200 Juta untuk Diorama dan Panggung Literasi
Ia menyadari, bagi sebagian besar masyarakat, khususnya pekerja dan pelajar, waktu luang untuk mengunjungi perpustakaan justru ada saat jam kantor berakhir atau di hari libur.
“Kami menangkap masukan itu. Orang justru punya waktu ke perpustakaan saat sudah pulang kerja atau libur, sementara kalau mengikuti jam kantor murni, itu adalah jam sibuk mereka. Solusi ini yang sedang kita cari,” imbuhnya.
Menjelang bulan suci Ramadan yang jatuh pada tahun 2026 ini, Carnoto memastikan pelayanan tidak akan kendor.
Meski ada penyesuaian jam kerja ASN, ia berkomitmen agar pelayanan tetap bisa diakses hingga sore hari.
Hal ini dilakukan karena berdasarkan pengalaman sebelumnya, angka kunjungan justru kerap meningkat saat Ramadan, terutama pada literatur agama.
“Insyaallah tetap sampai sore. Malah saat puasa, banyak masyarakat yang berkunjung, terutama mencari literatur agama yang koleksinya cukup lengkap di sini. Kami ingin pelayanan tetap memuaskan,” tegasnya.
Untuk mendukung kepuasan pengunjung, Diarpus juga aktif memperbarui koleksi buku.
Bekerja sama dengan penyedia besar seperti Gramedia, judul-judul buku populer dan yang paling banyak dicari melalui kotak saran kini sudah bisa diakses oleh pemustaka.
Meski semangat ekspansi layanan sangat tinggi, Carnoto tak menampik adanya kendala seperti keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM).
Saat ini, Perpustakaan Kota Mataram hanya diperkuat oleh 13 orang pustakawan berstatus ASN (PNS dan PPPK).
Angka ini jauh dari kata ideal jika merujuk pada jumlah penduduk dan beban kerja pembinaan literasi di sekolah-sekolah.
“Kalau bicara ideal, kita butuh banyak, bisa di atas 300 orang jika menghitung rasio penduduk dan kebutuhan satu sekolah satu pustakawan. Tapi kita tidak boleh kendor hanya karena alasan SDM,” terangnya.
Baca Juga: Banjir Diskon! Mudik Lebaran 2026 Jadi Murah Banget, Tiket Pesawat Turun dan Ada Beras Gratis 20 Kg!
Sebagai strategi jangka pendek, pihaknya akan menggencarkan pelatihan dan diklat bagi tenaga perpustakaan di sekolah maupun kelurahan.
Upaya ini diperkuat dengan skema kolaborasi melalui MOU dengan Dinas Pendidikan serta sejumlah perguruan tinggi di Mataram.
“Kita ingin masyarakat senang dan puas. Apa yang mereka cari, ada di sini. Kami optimis kunjungan akan terus meningkat melampaui angka seratusan per hari,” tandasnya.
Editor : Kimda Farida