LombokPost — Aktivitas perdagangan di sentra ikan hias Rembiga, Kecamatan Selaparang, terpantau relatif lengang pada awal pekan. Dari pantauan di lokasi, Selasa siang, sejumlah lapak tampak sepi pembeli bahkan beberapa kios tidak dijaga pemiliknya.
“Kalau bisa dipromosikan lebih luas lagi supaya masyarakat tahu ada pasar ikan hias di sini,” ungkap seorang pedagang Irfan, asal Sesela, Selasa (10/2).
Kondisi ini diakui pedagang sebagai situasi yang kerap terjadi. Terutama karena masih minimnya masyarakat yang mengetahui keberadaan pasar ikan hias tersebut.
Padahal lokasi ini, sebelumnya disiapkan pemerintah sebagai tempat relokasi pedagang ikan hias yang dahulu berjualan di trotoar dan ruang publik. Harapan terbesar pedagang saat ini, adanya promosi yang lebih gencar dari pemerintah maupun pihak terkait.
Baca Juga: Wiska Kritik Keras Smart City Mataram, Diskominfo Pilih Diskusi Offline
“Banyak orang belum tahu, jadi pembeli masih sepi,” ujarnya.
Irfan menjelaskan, sebagian besar ikan yang dijual merupakan hasil budidaya sendiri. Pedagang tidak hanya menjual ikan satuan, tetapi juga menyediakan paket lengkap akuarium beserta perlengkapannya.
Harga paket bervariasi, mulai kisaran Rp 200 ribu hingga jutaan rupiah. Tergantung ukuran akuarium, jenis ikan, lampu, pompa air, serta ornamen tambahan.
Bahkan tersedia pilihan dengan harga lebih terjangkau bagi pembeli pemula. “Kami juga budidaya sendiri ikannya. Paket lengkap ada, jadi pembeli tinggal pilih sesuai kebutuhan dan kemampuan,” tambahnya.
Baca Juga: AC Milan Wajib Sapu Bersih 4 Laga Mendatang
Sejumlah akuarium berisi ikan hias warna-warni tampak tersusun rapi di dalam lapak. Namun aktivitas transaksi belum menunjukkan geliat signifikan pada siang hari.
Menanggapi kondisi itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram Irawan Aprianto menilai pemerintah perlu lebih aktif mempromosikan sentra ekonomi. Agar tujuan penataan pedagang dapat tercapai.
“Kalau sudah disiapkan sebagai sentra ikan hias, tentu harus didukung promosi yang maksimal. Jangan sampai pedagang sudah direlokasi tetapi pasar tidak hidup,” ujarnya.
Irawan menekankan, keberadaan pasar ikan hias memiliki potensi ekonomi lokal yang cukup besar. Asalkan dikelola dan dikenalkan secara konsisten kepada masyarakat.
Baca Juga: AC Milan dan Misi Mengumpulkan Poin Sebanyak Mungkin
“Ini bisa menjadi pusat ekonomi baru sekaligus mendukung UMKM perikanan. Pemerintah perlu memastikan akses informasi, promosi, hingga kegiatan pendukung agar masyarakat datang,” tambahnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin