Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Prediksi Sampah Ramadan Naik 5 Ton di Kota Mataram

Sanchia Vaneka • Rabu, 18 Februari 2026 | 17:31 WIB

 

Sampah di pinggiran jalan Kota Mataram
Sampah di pinggiran jalan Kota Mataram

LombokPost - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram memprediksi volume sampah yang akan meningkat tajam selama bulan suci Ramadan. Fokus utama saat ini adalah memastikan kelancaran ritase pengangkutan seiring dengan target rampungnya pembangunan landfill baru di Tempat Pembuangan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok.

“Itu pasti naik ya tiap tahunnya,” kata Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi. 

Denny memaparkan, berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya, rata-rata volume sampah harian di Kota Mataram berkisar di angka 250 ton. Namun, saat bulan puasa, angka tersebut diprediksi melonjak hingga 5 ton per hari.

“Lonjakan itu didominasi oleh sampah dari aktivitas pedagang musiman dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menjamur selama bulan puasa. Sampah takjil dan sisa dagangan menjadi penyumbang terbesar” jelasnya.

Baca Juga: DLH Mataram Beri Peringatan Keras: Dapur Makan Bergizi Gratis Wajib Kelola Sampah Mandiri 

Denny mengatakan, pihaknya optimis operasional pengangkutan sampah akan kembali normal sebelum memasuki bulan puasa. Hal ini menyusul informasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, pengerjaan landfill baru di TPAR Kebon Kongok saat ini telah mencapai progres signifikan.

“Target dari provinsi, pembangunan landfill itu selesai sebelum masuk bulan puasa. Perkiraan saya saat ini progresnya sudah di angka 60-70 persen. Begitu tuntas, kita bisa langsung membuang ke sana dan ritase pengangkutan insyaallah kembali normal,” katanya.

Selama masa pengerjaan landfill, ritase pengangkutan sampah di Mataram sempat mengalami penyesuaian. Namun, dengan fungsionalnya lahan baru tersebut, Denny menargetkan kendaraan pengangkut bisa kembali melayani hingga empat kali ritase per hari. 

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, DLH telah menyiapkan skema cadangan jika sewaktu-waktu TPA mengalami kendala teknis. Denny menyebut, TPS Bintaro masih disiagakan sebagai lahan antisipasi (buffer zone).  

“Kalau memang ada kelebihan volume yang tidak tercover segera, kita akan oper atau tampung sementara di TPS Bintaro. Sementara untuk wilayah Sandubaya, kondisinya saat ini sudah penuh dan tidak memungkinkan lagi untuk diisi,” tambahnya.

Mengenai jadwal operasional, DLH tetap menyiagakan petugas untuk melakukan pengangkutan di titik-titik keramaian PKL, terutama pada malam hari setelah aktivitas berbuka puasa dan pasar takjil selesai.

Skema pengangkutan pagi dan malam hari akan tetap berjalan secara rutin untuk memastikan wajah kota tetap bersih meski aktivitas warga meningkat.

“Kami ingin saat momen pawai Ogoh-ogoh hingga pelaksanaan ibadah di bulan puasa, penanganan sampah tidak terkendala. Kuncinya ada di selesainya TPA Kebon Kongok itu,” pungkasnya. 

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#sampah #TPAR Kebon Kongok #Mataram #ramadhan