LombokPost - Wajah kawasan Jalan Adi Sucipto, Rembiga, dipastikan bakal ditertibkan dalam waktu dekat. PT Angkasa Pura (AP) I mencapai kesepahaman dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram untuk menata para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini berjualan di bahu jalan dan trotoar untuk masuk ke area dalam eks Bandara Selaparang.
Langkah ini diambil guna mengembalikan fungsi estetika jalan sekaligus menciptakan iklim investasi yang lebih sehat di kawasan tersebut. Airport Commercial Division PT Angkasa Pura I, Haikal Gemilang menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mengakomodir para pedagang melalui konsep kegiatan yang lebih terorganisir.
“Kami menawarkan para pedagang untuk masuk ke dalam. Dari sisi kami melihat area (trotoar) tersebut kurang tertata dan memang harus ditata karena itu bukan area peruntukan parkir atau dagang,” kata Haikal usai melakukan koordinasi dengan pihak Pemkot Mataram.
Baca Juga: Trotoar Adi Sucipto Bakal Lega! PKL Dipindah ke Eks Bandara Selaparang, Mulai Ramadan Fest
Penataan ini bukan tanpa alasan. Menurut Haikal, semrawutnya kawasan depan eks Bandara Selaparang menjadi ganjalan bagi masuknya investor. Pihak manajemen meyakini bahwa keteraturan kawasan adalah kunci utama menarik minat pemilik modal untuk menghidupkan kembali aset negara tersebut.
“Penataan ini berpengaruh langsung pada investasi ke depan. Kalau investor melihat area tersebut tidak tertata, mereka akan ragu untuk masuk," imbuhnya.
Mengenai teknis pelaksanaan, Angkasa Pura akan berkomunikasi dengan Koperasi Karyawan Angkasa Pura (Kokapura) serta Dinas Perdagangan Kota Mataram. Salah satu agenda terdekat adalah penyelenggaraan bazaar UMKM Ramadhan yang direncanakan bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan.
Meski dimulai pada momen puasa, Haikal menekankan bahwa program ini bersifat jangka panjang. Ke depan, para pedagang tidak hanya akan ditempatkan di area parkir, tetapi akan dikurasi untuk menempati salah satu bangunan permanen di dalam kawasan agar lebih representatif.
“Konsep teknisnya masih kami bahas bersama Kokapura dan Dinas Perdagangan. Intinya, kami ingin kawasan ini bersih, rapi, dan pedagang memiliki tempat yang lebih layak untuk berjualan," pungkasnya.
Asisten I Setda Kota Mataram L. Martawang menegaskan, kolaborasi ini bukan sekadar relokasi fisik, melainkan upaya besar untuk meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Ibu Kota Provinsi NTB.
Titik temu kesepahaman ini merujuk pada visi Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, yang ingin menjadikan kawasan eks Bandara Selaparang sebagai pusat revitalisasi UMKM yang representatif. Di sisi lain, hal ini sejalan dengan instruksi pusat bagi Angkasa Pura untuk berkontribusi aktif dalam pemberdayaan ekonomi lokal.
“Langkah awalnya adalah memindahkan pelaku UMKM yang selama ini berjualan di bahu jalan untuk masuk ke area dalam. Ke depan, pihak Angkasa Pura akan mendesain ulang kawasan tersebut agar lebih tertata,” terangnya.
Meski semua pedagang diupayakan untuk diakomodir, Martawang menekankan adanya proses seleksi dan kurasi yang ketat. Pemkot Mataram diminta oleh Angkasa Pura untuk melakukan validasi terhadap mitra UMKM yang akan menempati gerai-gerai permanen nantinya.
“Akan ada proses kurasi. Kami akan memilih pelaku UMKM yang memang menunjukkan peningkatan kapasitas. Jika hasil validasi menunjukkan penurunan atau tidak layak, tentu tidak bisa menempati lokasi tersebut. Kita ingin yang mengisi di sana adalah UMKM yang benar-benar representatif,” tegasnya.
Dalam jangka pendek, seluruh pedagang yang berada di sepanjang Jalan Adi Sucipto akan digeser masuk ke area dalam eks Bandara Selaparang selama momen Ramadan ini. Rencananya, pemindahan ini akan mulai dilakukan antara minggu ini atau minggu depan.
“Selama Ramadan ini kita bersihkan area jalan, semua masuk ke dalam. Namun target besar jangka panjangnya adalah revitalisasi total kawasan tersebut,” imbuhnya.
Terkait teknis operasional dan potensi biaya sewa, Martawang menjelaskan hal tersebut akan dibahas lebih detail oleh unit teknis terkait.
“Detailnya akan dibicarakan oleh Dinas Perdagangan Kota Mataram sebagai mitra hubung pemerintah kota dengan Koperasi Karyawan Angkasa Pura (Kokapura) sebagai mitra dari pihak Angkasa Pura," pungkasnya.
Editor : Kimda Farida